Foto : Asisten Menlu AS Ellen Tauscher (rferl)
WASHINGTON - Pejabat Amerika Serikat tengah mempersiapkan diri untuk membahas isu sistem pertahanan misil Eropa dengan Rusia di Konferensi Tingkat Tinggi North Atlantic Treaty Organization (KTT NATO). AS pun berkomitmen untuk tetap membangun sistem pertahanan itu, meski Rusia tidak menyetujuinya.
Asisten Menteri Luar Negeri AS Ellen Tauscher berharap agar Rusia dapat mengubah sikapnya dan bekerja sama dengan AS terkait isu pertahanan Eropa. AS pun menilai, Negeri Beruang Merah seharusnya tidak menentang rencana yang sudah digagas oleh AS dan NATO.
"Mengingat adanya perbedaan pendangan antara AS dan Rusia terhadap isu ini, pembangunan sistem pertahanan misil Eropa akan memakan waktu yang cukup lama. Dan karena 2012 adalah 'tahun pemilu' bagi AS dan Rusia, masalah tersebut tidak akan bisa diselesaikan pada tahun ini," ujar Tauscher, seperti dikutip AFP, Kamis (3/5/2012).
Tauscher menjelaskan, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev sudah sepakat untuk mengajak para ahli agar bekerja sama, guna membuat kedua negara itu menjadi saling pengertian dalam menghadapi isu pertahanan itu. Isu sistem pertahanan misil Eropa juga terbukti cukup menegangkan hubungan AS dan Rusia yang sebelumnya membaik karena adanya kerja sama kontra-terorisme di Afghanistan.
Pengerahan sistem pertahanan misil itu akan ditempatkan di dua negara bekas Uni Soviet, yakni, Polandia dan Rumania. AS juga akan memasang senjata penangkal misil di kapal tempurnya untuk menghadapi ancaman misil jarak dekat dari negara-negara yang dinilai mengancam Eropa.
Namun Rusia justru mengecam pembangunan itu karena sistem pertahanan misil Eropa diarahkan ke fasilitas nuklir Negeri Beruang Merah. Suatu saat, misil-misil itu akan semakin berkembang dan menjadi senjata yang bisa melumpuhkan Rusia. (AUL)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Kamis, 20 Juni 2013 03:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 20:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 19:01 WIB