TIMUR TENGAH

"PM Netanyahu Rumuskan Kebijakan yang Salah"

Minggu, 06 Mei 2012 10:44 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Ketua Partai Buruh Israel Shelly Yacimovitch (Foto: Jewish Journal) Ketua Partai Buruh Israel Shelly Yacimovitch (Foto: Jewish Journal)

TEL AVIV - Ketua Partai Buruh Israel Shelly Yacimovitch mengecam kebijakan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Yacimovitch menilai Netanyahu telah merumuskan kebijakan yang salah karena menjadikan program nuklir Iran sebagai ancaman terbesar bagi Negara Yahudi itu.

"Adalah sebuah kesalahan menjadikan program nuklir Iran sebagai sebuah ancaman utama bagi Israel. Kita harus memberikan waktu agar sanksi terhadap Iran menunjukkan hasil. Berbagai persoalan terkait masalah ini harus sepenuhnya dikoordinasikan dengan Amerika Serikat (AS)," ujar Shelly Yacimovitch kepada Channel 2 yang dikutip AFP Minggu, (6/5/2012).

Tidak hanya itu Yacimovitch yang juga mantan jurnalis televisi itu menilai serangan militer ke Iran saat ini belum diperlukan.

"Serangan militer selalu merupakan opsi terakhir," ujarnya.

Yacimovich yang memimpin Partai Buruh ini pun nantinya dikabarkan akan berhadapan dengan Netanyahu dalam pemilu yang kabarnya akan dipercepat pada September mendatang.

Selama ini Pemerintah Israel dibawah kepemimpinan Netanyahu berulang kali menyatakan bahwa pihaknya akan melancarkan serangan militer ke Iran. Karena menurut Netanyahu, Iran sama sekali tidak terpengaruh dengan sanksi yang dijatuhkan Barat.

Kecaman terkait dengan sikap Netanyahu itu tidak hanya datang dari Yacimovitch saja namun, dalam rentang waktu yang berdekatan Netanyahu juga harus menghadapi kecaman yang sama yang datang dari sejumlah mantan pejabat Israel.

Beberapa di antaranya yang turut mengecam kebijakan Netanyahu atas Itan adalah mantan PM Israel Ehud Olmert, mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni, mantan Kepala Keamanan Yuval Diskin serta mantan Kepala Intelijen Israel Meir Dagan.

Para mantan petinggi Israel ini serempak menyatakan kecamannya terhadap kebijakan Netanyahu atas konflik nuklir Iran. Mantan PM Olmert mengatakan, meski serangan militer masuk sebagai salah satu opsi namun, saat ini tidak ada alasannya untuk menerapkan tindakan itu kepada Teheran.

"Tidak ada alasan saat ini untuk tidak berbicara opsi militer. Namun, ini bukan berarti Israel akan memulai serangan," ujar Olmert.

Mantan Menlu Israel Tzipi Livni bahkan bersuara lebih lantang dengan menyebut kebijakan Israel dibawah pimpinan Netanyahu sebagai kebijakan yang gila perang atas Iran. (rhs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป