Foto : Maskapai Korsel (reuters)
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) akan segera melayangkan surat protes secara formal ke Korea Utara (Korut) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendesak Korut menghentikan pengiriman sinyal elektronik yang mengganggu penerbangan sipil Korsel.
Sinyal global positioning system (GPS) dari Korut mulai mengganggu Korsel pada akhir April lalu. Sinyal itu terbukti merepotkan rute penerbangan di bandara Incheon dan Gimpo. Selain sektor transportasi udara, sistem navigasi laut dan sinyal militer Korsel juga terganggu akibat sinyal GPS dari Korut. Demikian seperti diberitakan AFP, Rabu (9/5/2012).
Sejak 28 April lalu, 319 penerbangan terbukti mengalami gangguan akibat sinyal elektronik tersebut. Komisi Komunikasi Korea menyatakan, sinyal itu berasal dari kota yang berada di wilayah pusat Korut. Meski demikian, Korut justru membantah pernyataan dari Komisi Komunikasi Korea.
Kementerian Transportasi Korsel mengatakan, Komisi Komunikasi Korea juga berniat untuk melayangkan surat protes ke Pyongyang. Sementara itu, beberapa departemen di Korsel berniat untuk membahas isu ini di forum internasional. Korsel juga berniat untuk mengadukan masalah ini ke Serikat Telekomunikasi Internasional (ITU) dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
"Kami mendesak Korut untuk menghentikan pengiriman sinyal yang mengganggu itu dan menahan diri untuk tidak melakukan perseteruan," ujar Kementerian Transportasi Korsel.
"Tindakan Korut merupakan pelanggaran dari konstitusi ITU dan sangat mengancam keselamatan operasi penerbangan sipil yang dijamin oleh ICAO," imbuhnya. (AUL)
getting time ...
Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang Apple yang menghindari pajak dan Pistorius yang tidak akan bertanding tahun ini.
Victims of the cholera epidemic in Haiti have given the United Nations a 60 day deadline to start talks about compensation or face legal action.
Selasa, 21 Mei 2013 18:54 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 18:02 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 17:59 WIB