Foto : Kanselir Jerman Angela Merkel (AFP)
BERLIN - Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, warga di Ukraina hidup di bawah kekuasaan diktator yang sering melakukan aksi represif. Merkel juga membandingkan Ukraina dengan negara tetangganya yang diklaim menerapkan sistem pemerintahan otoriter, Belarus.
Komentar Merkel ditujukan untuk menekan Presiden Ukraina Victor Yanukovych, agar Yanukovych segera membebaskan oposisinya, Yulia Tymoshenko. Seperti diketahui, Tymoshenko yang tak lain adalah mantan Perdana Menteri Ukraina divonis tujuh tahun penjara atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Tymoshenko juga dikabarkan mendapat perlakuan keras dipenjara.
"Saat ini, kami di Jerman dan Uni Eropa hidup damai dan bebas. Namun hal itu tidak dirasakan oleh segenap warga Eropa, karena warga Ukraina dan Belarus menderita akibat tekanan pemerintahnya yang seperti diktator," ujar Merkel, seperti dikutip VOA, Jumat (11/5/2012).
"Kita tidak boleh lupa akan seberapa besar isu yang kita tangani. Kita juga tidak boleh melupakan hadiah yang kita dapatkan di Uni Eropa dan organisasi Transatlantik yang sudah melindungi kita selama 67 tahun. Hadiah itu adalah perdamaian, kebebasan, demokrasi, HAM, keadilan hukum, serta kedaulatan manusia," imbuhnya.
Jerman tampil sebagi negara Eropa yang kerap mengkritisi praktik politik di Ukraina. Jerman bahkan memboikot pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi dan pertandingan sepak bola Piala Eropa 2012 yang rencananya digelar di Ukraina.
Tymoshenko kini dihadapkan dengan tuduhan kasus pajak, bila memang terbukti bersalah, perempuan berusia 51 tahun itu terancam hukuman penjara 12 tahun. Meski demikian, Tymoshenko yang pernah memimpin Revolusi Jingga di Ukraina mengklaim, dakwaan-dakwaan itu adalah upaya Yanukovych untuk menyingkirkan rival politiknya. (AUL)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Rabu, 19 Juni 2013 23:02 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 20:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 19:01 WIB