PM Thailand Tolak Ubah Aturan Penghinaan Kerajaan

Sabtu, 12 Mei 2012 10:51 wib | Fajar Nugraha - Okezone

PM Thailand Yingluck Shinawatra (Foto: AFP) PM Thailand Yingluck Shinawatra (Foto: AFP) BANGKOK - Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengatakan, dirinya tidak akan merubah aturan undang-undang peghinaan atas keluarga kerajaan. Sebelumnya rakyat Thailand mendesak perubahan atas aturan ini.


Perubahan yang diminta rakyat Thailand ini dipicu kematian seorang kakek saat menjalani hukuman 20 tahun penjara, karena dinilai melakukan penghinaan atas keluarga kerajaan.

"Saya tegaskan. Pemerintahan saya tidak akan mengubah aturan tersebut. Saya sudah jelaskan bahwa masalah ini tidak menjadi prioritas, melainkan memecahkan krisis ekonomi yang menjadi perhatian pemerintah saat ini," jelas Yingluck seperti dikutip AFP, Sabtu (12/5/2012).

Berdasarkan Undang-Undang No 112 mengenai aturan kriminal Thailand, siapapun yang menghina raja, ratu, pewaris ataupun kerabatnya, dikenakan hukuman penjara 15 tahun. 

Pekan lalu, beberapa pemerhati HAM Thailand marah besar saat Ampon Tangnoppakul meninggal dalam penjara. Dia dipenjara atas tuduhan menghina raja pada 2010 lalu.

Ampon mengaku, tidak bersalah atas tuduhannya tersebut. Vonis yang dijatuhkan padanya memicu protes dari rakyat Thailand. Mereka menuntut vonis itu dibatalkan.
(faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »