TIMUR TENGAH
"Kami Kalah Melawan Barat dalam Perang Media"
Kamis, 17 Mei 2012 15:03 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Presiden Suriah Bashar al Assad (guardian)
DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar al Assad mengakui, negaranya ketika melawan Barat dalam perang media. Namun Assad mengklaim, kenyataan adalah yang paling penting dalam isu Suriah, bukan ilusi yang dibuat media.
"Media sudah mulai mengalahkan Pemerintah Suriah sejak konflik dimulai. Media membuat berita-berita dan rumor tentang Suriah, namun pada akhirnya, media tidak akan pernah mengalahkan realita," ujar Assad, seperti dikutip Russia Today, Kamis (17/5/2012).
Assad menjelaskan, Pemerintah Suriah mencoba untuk memberi penjelasan kepada sejumlah jurnalis asing di negaranya, namun mereka justru menyebarkan kebohongan. Selain itu, Assad menilai, oposisi Suriah (Dewan Nasional Suriah) tidak memiliki pengaruh yang cukup kuat di Suriah.
Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) yang tak lain adalah pasukan fraksi oposisi, dianggap sebagai kelompok kriminal oleh Assad. Presiden Suriah itu membandingkan FSA dengan militan Al Qaeda dan beberapa orang di antaranya adalah tentara bagian dari negara-negara Arab.
Militer Suriah juga sudah menangkap banyak tentara bayaran asing yang bergabung dalam fraksi oposisi Suriah. Namun saat ini Pemerintah Suriah belum dapat memastikan, apakah mereka benar-benar seorang tentara bayaran.
"Ada informasi yang menyebutkan, kelompok bersenjata yang menyebut dirinya sebagai gerakan oposisi itu, pergi ke Kosovo untuk menjalankan latihan militer oleh North Atlantic Treaty Organization," ujar Assad.
Hingga saat ini, Assad yakin, Rusia dan China bukanlah negara yang mendukung Assad, mereka adalah pendukung dari stabilitas internasional. Assad mengatakan, kedua negara itu memiliki pengetahuan yang baik terhadap isu geopolitik dan mereka yakin, tanpa dukungan yang mereka berikan, Suriah dan negara-negara lain di dunia ini akan terjerumus dalam kegelapan.
"Ini bukanlah masalah Suriah, namun merupakan masalah stabilitas internasional," imbuhnya. (AUL)
Berita Selengkapnya Klik di Sini