Foto : Gerilyawan Shan (asiancorrespondent)
NAYPYIDAW - Pemerintah Myanmar dan pemberontak etnis Shan (Dewan Restorasi Negara Shan), menandatangani kesepakatan untuk memerangi peredaran narkoba. Hingga kini, perdagangan opium dinilai masih marak di wilayah Shan, yang berbatasan dengan Thailand.
Pemerintah Myanmar menandatangani kesepakatan dengan etnis Shan, setelah dialog damai digelar di Kota Kengtung. Meski demikian, Myanmar tidak menjelaskan secara detil tentang kesepakatan itu.
"Dewan Restorasi Negara Shan ingin melakukan pemberantasan secara total terhadap narkoba. Seiring dengan adanya gencatan senjata kelompok bersenjata dan Pemerintah Myanmar, Dewan Restorasi Negara Shan siap bekerja sama," demikian laporan dari Pemerintah Myanmar, seperti dikutip AFP, Minggu (20/5/2012).
Pemberontak juga meminta Pemerintah Myanmar agar dapat berunding dengan dengan Presiden Thein Sein dan tokoh oposisi Aung San Suu Kyi di Kota Naypyidaw. Permintaan itu akan segera didiskusikan oleh Pemerintah Myanmar.
Para pemberontak etnis Myanmar kerap memanfaatkan penjualan narkoba untuk mendukung operasi militernya. Shan merupakan salah satu etnis yang diklaim oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi produsen obat-obatan terlarang berupa pil metamfeamin dan opium di Asia Tenggara.
Fraksi pemberontak itu sepakat untuk bekerja sama dengan negara-negara lain seperti China, Laos dan Thailand dalam hal pemberantasan narkoba. Mereka pun mendesak adanya pemberlakuan hukuman terhadap individu atau kelompok bersenjata yang memiliki, dan memperjual belikan obat-obatan terlarang di Myanmar. (AUL)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Rabu, 19 Juni 2013 14:01 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 13:02 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 12:46 WIB