TIMUR TENGAH

Iran & P5+1 Tunda Sesi Kedua Dialog Nuklir

Kamis, 24 Mei 2012 08:31 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Ilustrasi: Trend Ilustrasi: Trend

BAGHDAD - Sesi pembicaraan nuklir kedua antara Iran dengan Kelompok P5+1 yang semula dijadwalkan akan berlangsung pada 23 Mei kemarin akan diundur hingga hari ini. Penundaan ini kabarnya merupakan hasil kesepakatan kedua belah pihak.

"Pembicaraan nuklir antara Iran dengan Kelompok P5+1 yang sebelumnya dijadwalkan akan berlangsung pukul 18.00 waktu Baghdad mengalami penundaan hingga hari ini," demikian seperti dilaporkan FNA yang dikutip Trend Kamis, (24/5/2012).

Hingga kini, baik Iran maupun kelompok P5+1 tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dengan ditundanya sesi pembicaraan kedua ini.

Sebelumnya kedua belah pihak telah lebih dulu mengadakan pembicaraan sesi pertama secara tertutup. Pembicaraan sesi pertama yang dilaksanakan di Dar al-Ziafah, Baghdad, itu dilaporkan berlangsung selama tiga jam.

Dalam pertemuan itu tim negosiasi Iran dipimpin oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Saeed Jalili. Sementara itu, Kelompok P5+1 dipimpin oleh Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton.

Pada sesi pertemuan pertama yang dimulai pukul 12.30 waktu Baghdad, Iran dikabarkan mengajukan proposal kerjasama bidang nuklir dan non nuklir sebagai solusi atas krisis nuklir Iran. Proposal itu sendiri terdiri atas lima poin kerjasama di berbagai bidang. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut terkait isi dari proposal yang diajukan Iran itu.

Selain melakukan pembicaraan dengan Kelompok P5+1, Wakil Kepala Tim Negosiasi Iran Ali Baqeri kabarnya juga melakukan pertemuan khusus dengan Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu dan Wakil Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Helga Schmid.

Setelah pertemuan khususnya dengan tim negosiasi Iran, Schmid pun menjelaskan paparan dari hasil pertemuan tersebut kepada delegasi dari kelompok P5+1 lainnya.

Pembicaraan nuklir antara Iran dengan Kelompok P5+1 yang berlangsung di Baghdad ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang berlangsung di Istanbul, Turki pada 14 April lalu. (rhs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป