ASIA TENGGARA

Protes Masuki Hari Ke-5, Pemerintah Myanmar Pusing

Jum'at, 25 Mei 2012 15:26 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Demonstrasi Myanmar (radioaustralia) Foto : Demonstrasi Myanmar (radioaustralia)

YANGON - Aksi unjuk rasa warga dalam menentang pemutusan aliran listrik di Myanmar memasuki hari kelima. Protes itu pun langsung membuat Pemerintah Myanmar menjadi pusing dalam mencari jalan keluar.

Pada Kamis kemarin, kepolisian membubarkan para demonstran di Kota Pyi secara paksa. Namun hal itu justru menuai kecaman dari masyarakat. Warga menilai, Pemerintah Myanmar tidak memedulikan warganya dan memperlakukan warganya dengan keras seperti di era junta militer.

Televisi lokal Myanmar mengumumkan adanya langkah darurat untuk meningkatkan pasokan energi listrik dan menyarankan Pemerintah Myanmar memperhatikan masalah itu. Bila Pemerintah Myanmar mengabaikan masalah ini, warga akan semakin marah karena harga pangan dan bahan bakar juga naik.

"Bila mereka (Pemerintah Myanmar) ingin kami berhenti berdemo, pasokan listrik harus diberikan selama 24 jam," ujar seorang warga Myanmar K Lwin, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/5/2012).

"Saya membenci pemerintahan yang sebelumnya. Pemerintah Myanmar saat ini lebih baik namun mereka dapat melakukan perkembangan," imbuhnya.

Demonstran menantang Presiden Thein Sein yang baru saja membebaskan ratusan tahanan politik di Myanmar dan mengadakan dialog dengan pemberontak etnis. Pada 2011 lalu, Thein Sein mulai mengubah sikapnya dan menjadi lebih bersahabat dengan rakyat. Protes yang baru saja terjadi itu akan menjadi ujian selanjutnya bagi Thein Sein.

Pada Selasa lalu, Pemerintah Myanmar menjelaskan, mereka terpaksa mengurangi pasokan listrik karena pemberontak etnis Kachin meledakkan beberapa gardu listrik. Mereka juga mengundang beberapa perusahaan lokal dan asing untuk melakukan investasi agar produksi listrik meningkat. (AUL)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป