TIMUR TENGAH

Arab Saudi: Iran, Jangan Ganggu Unifikasi Bahrain!

Jum'at, 25 Mei 2012 12:19 wib
Aulia Akbar - Okezone
Sekjen Liga Arab Nabil al Araby (Foto: The Guardian) Sekjen Liga Arab Nabil al Araby (Foto: The Guardian)

RIYADH - Pemerintah Arab Saudi mengingatkan Iran agar tidak mengganggu proses unifikasi antara Kerajaan Arab Saudi dan Bahrain. Saat ini, kedua negara Teluk itu hendak melakukan unifikasi untuk memperkuat hubungan bilateralnya.
 
Kerajaan Arab Saudi berharap, proses unifikasi yang akan dilakukan dengan BahraiN dapat digunakan untuk mengurangi pengaruh Iran di Bahrain. Raja Bahrain King Hamad bin Isa Al Khalifa menyambut proposal unifikasi itu, namun mayoritas warga di negaranya adalah umat Syiah. sejumlah negara Teluk lainnya juga merasa keberatan dengan unifikasi itu.
 
Sekretaris Jendral Liga Arab Nabil al Araby mengingatkan, proposal yang diusulkan oleh dua negara untuk membangun satu kesatuan itu tidak boleh diganggu oleh negara lain. Perjanjian tersebut juga dibuat oleh negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Demikian, seperti diberitakan KUNA, Jumat (25/5/2012).
 
Pada pekan lalu, puluhan ribu warga Syiah di Bahrain melakukan aksi unjuk rasa di Kota Manama. Mereka mengecam proposal unifikasi yang akan dilakukan oleh negaranya dan Arab Saudi.
 
Warga Syiah di Bahrain kerap mengalami diskriminasi. oleh karena itulah mereka khawatir dengan pemerintahnya yang didominasi oleh politisi Sunni. Mereka juga tergabung dalam fraksi oposisi yang memiliki hubungan dekat dengan Iran. Para demonstran Syiah dikabarkan sering mengalami penyiksaan oleh aparat keamanan Bahrain.
 
Sejauh ini, Bahrain sangat bergantung diri dengan Arab Saudi dalam urusan pertahanan dan lainnya. Arab Saudi pernah membantu Bahrain untuk mengamankan aksi demonstran yang dilakukan oleh fraksi oposisi. Bahrain pun menjadi negara yang menerima kehadiran armada tempur Amerika Serikat (AS). (rhs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป