ASIA

India Khawatirkan Penarikan Pasukan NATO

Kamis, 31 Mei 2012 13:05 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Duta Besar India untuk AS Nirupama Rao (Foto: Times of India) Duta Besar India untuk AS Nirupama Rao (Foto: Times of India)

NEW DELHI - India mengharapkan terjalinnya kerja sama yang baik antara pihaknya, Amerika Serikat (AS) dan Afghanistan menyusul penarikan pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) dari Afghanistan akhir 2014 mendatang. India khawatir penarikan pasukan NATO akan dimanfaatkan oleh kelompok militan untuk membangun kekuatan.

Menjelang pembicaraan tingkat tinggi yang antara India-AS, Duta Besar India untuk AS Nirupama Rao mengatakan, sejauh ini kedua negara telah menyusun pembicaraan guna membangun Afghanistan yang lebih stabil, demokratis dan sejahtera.

"Pembicaraan ini harus terus diperkuat. Kami mengerti bahwa dalam satu dekade terakhir setelah perang berkepanjangan terdapat keinginan yang tulus untuk mengakhiri konflik. Namun, kita harus memastikan bahwa pengorbanan besar dan berbagai upaya yang telah kita lakukan tidak sia-sia," ujar Dubes Rao, seperti dikutip AFP, Kamis, (31/5/2012).

Selama ini India dikenal sebagai negara yang mendukung perang di Afghanistan. Bahkan negara demokrasi terbesar di dunia itu telah mengucurkan dana miliaran dolar AS untuk membantu invasi Barat di Afghanistan.

Bukan tanpa alasan, India berharap kehadiran pasukan internasional di Afghanistan juga dapat menekan aktifitas kelompok militan Muslim radikal di wilayahnya.

Keterlibatan India dalam invasi Afghanistan ini sontak membuat negara tetangganya, Pakistan gerah. Pakistan menuding, India berusaha mengepung wilayah teritorinya menyusul dengan konflik yang telah berlangsung sejak lama antar kedua negara.

Seperti dilaporkan sebelumnya, pada pelaksanaan KTT NATO di Chicago, AS lalu, Presiden Barack Obama telah menegaskan akan menarik pasukan tempur dari Afghanistan pada akhir 2014 mendatang. Dalam kesempatan itu Obama pun menegaskan, dirinya yakin bahwa perang di Afghanistan akan segera berakhir dalam waktu dua tahun ke depan. (rhs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป