TIMUR TENGAH

Keputusan Pengadilan Mubarak Picu Perpecahan di Mesir

Jum'at, 01 Juni 2012 15:34 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Husni Mubarak (IST) Foto : Husni Mubarak (IST)

KAIRO - Setiap keputusan pengadilan terhadap kasus mantan Presiden Mesir Husni Mubarak dinilai akan memecah-belahkan Mesir. Saat ini, kondisi di Mesir pun masih memanas, ditambah lagi dengan adanya pilpres.

Pria berusia 84 tahun itu diadili di depan warganya sendiri atas tuduhan pembunuhan terhadap 900 demonstran pada 2011 lalu dan korupsi. Bila terbukti bersalah, Mubarak siap menghadapi vonis mati.

"Kami sangat menunggu keputusan pengadilan, bila dia dinyatakan tidak bersalah, reaksi mengerikan akan muncul" ujar warga Mesir George Ishaq, seperti dikutip Associatee Press, Jumat, (1/6/2012).

Mubarak pun jarang berbicara belakangan ini karena terbaring di rumah sakit. Pria itu lebih memilih untuk menulis surat yang menyatakan, dirinya tidak bersalah dalam kasus itu.
Loyalis Mubarak dan segenap aktivis pro-revolusi kerap mengalami bentrokan. Bila Mubarak dinyatakan bersalah, beberapa pihak menilai, hal itu akan semakin mempopulerkan Ahmed Shafiq.

Shafiq adalah seorang mantan perdana menteri era Mubarak yang saat ini menjadi kandidat Presiden Mesir. Warga pun akan percaya, Shafiq siap memimpin Mesir tanpa bayang-bayang Mubarak.

Namun bila Mubarak dinyatakan tidak bersalah, kerusuhan akan terjadi dan hal ini sangat menyulitkan Shafiq, yang sedang berhadapan dengan kandidat Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi. Warga khawatir akan warisan yang diberikan rezim Mubarak terhadap Pemerintahan Mesir yang baru. (AUL)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป