TIMUR TENGAH
Ikhwanul Muslimin Bawa Mesir ke Masa Gelap!
Senin, 04 Juni 2012 18:04 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Kandidat Presiden Mesir Ahmed Shafiq (Foto: RIA Novosti)
KAIRO - Kandidat Presiden Mesir Ahmed Shafiq menolak tudingan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) yang mengatakan, pencalonan dirinya dalam pemilihan umum mendatang adalah sebuah upaya untuk mengembalikan rezim Husni Mubarak. Shafiq balik menuding pemerintahan IM kelak akan membawa Mesir ke Abad Pertengahan.
Shafiq yang juga mantan Perdana Menteri era Mubarak itu justru menegaskan tekadnya untuk membangun pemerintahan sipil Mesir yang demokratis dan adil. Tidak hanya itu Shafiq juga menambahkan, bahwa ia akan memimpin Mesir menjadi negara berkembang bukan justru mengembalikannya ke era Abad Pertengahan yang penuh dengan kegelapan.
Shafiq juga menyerang kelompok IM dengan mengatakan, kelompok itu menjalin kerja sama dengan Partai Nasional Demokrat (NDP) pimpinan Husni Mubarak.
"Kita bisa mengingat dengan jelas selama pemilu parlemen berlangsung. Mereka menjalin kesepakatan dengan Partai NDP pimpinan Mubarak dalam meraih jumlah kursi sebanyak mungkin," ujar Ahmed Shafiq, seperti diberitakan Albawaba, Senin, (4/6/2012).
Pada kesempatan yang sama Shafiq juga menjanjikan akan membuka peluang bagi kalangan muda untuk turut serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan politik di Negeri Piramida tersebut. Dalam pemilu presiden putaran kedua yang akan berlangsung pada 16-17 Juni mendatang, Ahmed Shafiq akan berhadapan dengan pesaingnya yang merupakan kandidat dari IM, Mohamed Mursi.
Bagi sebagian warga Mesir, pencalonan diri Shafiq dalam pilpres Mesir mendatang adalah salah satu upaya untuk mengembalikan rezim kediktatoran Mubarak. Sepanjang pelaksanaan pemilu ini saja, tercatat sudah dua kali kantor Shafiq mendapat serangan dari sejumlah warga yang khawatir terkait pencalonan dirinya.
Shafiq sendiri diketahui menempati posisi kedua dalam jumlah perolehan suara pada pemilu putaran pertama, berdasarkan pengumuman Komite Tinggi Pemilihan Presiden (HPEC). Sementara itu, Mursi dilaporkan unggul di posisi pertama dengan perolehan suara yang mencapai 24,3 persen. (rhs)
Berita Selengkapnya Klik di Sini