Ilustrasi : artuproar
QUETTA - Bom yang dilekatkan di sepeda meledak di depan sekolah Islam di wilayah selatan Pakistan dan menewaskan 14 orang. Sebanyak 40 orang lainnya juga dikabarkan terluka akibat insiden ini.
Hingga kini, tidak ada satu kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di sekolah Islam yang terletak di Kota Quetta, Provinsi Balukistan, Pakistan. Kebanyakan korban yang tewas dan terluka adalah siswa dari sekolah itu. Demikian, seperti diberitakan Associated Press, Jumat (8/6/2012).
Kekerasan memang sering terjadi di Kota Quetta, pada Oktober 2011, sekelompok bersenjata menyerang jamaah Syiah yang berada di dalam bus. Provinsi Balukistan yang menjadi wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan juga menjadi sarang dari militan Taliban.
Wilayah itupun kerap diwaspadai oleh pesawat pengebom tak berawak milik Amerika Serikat (AS) yang melakukan operasi pemberantasan militan. Operasi pesawat pengebom itu sudah berhasil menewaskan banyak militan Al Qaeda maupun Taliban yang bersembunyi di wilayah tersebut.
Belakangan ini, pemberontakan bersenjata muncul dan melanda wilayah tersebut. Kepala-kepala suku dan kelompok nasionalis di Balukistan mendesak otonomi yang lebih besar kepada Pemerintah Pakistan. (AUL)
getting time ...
Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang nyamuk malaria dan lelang karya seni yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Victims of the cholera epidemic in Haiti have given the United Nations a 60 day deadline to start talks about compensation or face legal action.
Scientists believe they have found an area within the brain that controls the ageing process.
Sabtu, 18 Mei 2013 18:01 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 14:18 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 11:26 WIB