ASIA TENGGARA

WN Inggris Mengaku Disiksa di Penjara Bali

Minggu, 10 Juni 2012 15:26 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Lindsay Sandiford (Foto: Daily Mail) Lindsay Sandiford (Foto: Daily Mail)

DENPASAR - Lindsay Sandiford saat ini tengah menjadi sorotan di Inggris. Perempuan yang kedapatan membawa kokain seharga 1,6 juta poundsterling atau sekira Rp23,2 miliar (Rp14.506 per poundsterling) itu kini mendekam di penjara Bali.


Menurut pengakuannya, Sandiford tidak tahu apa isi dari tas yang dibawanya saat tiba di Bali. Dirinya memang sepertinya diplot sebagai kurir dari kokain tersebut.

Bulan lalu perempuan berusia 55 tahun tersebut ditangkap setelah tumpukan kokain ditemukan di dalam tasnya. Dirinya mengaku setuju untuk membawa tas tersebut, tetapi dia tidak pernah tau apa isi dari tas itu.

Lewat wawancaranya dengan Daily Mail, Minggu (10/6/2012), Sandiford merasa khawatir dengan nasibnya saat ini. "Saya bisa dikenakan hukuman mati," ujarnya kepada Daily Mail. 

"Sudah dua hari saya terikat di kursi dan pistol yang di arahkan ke kepala saya," ucapnya.

Sandiford mengaku membawa berisi kokain itu ke Bali karena putra bungsunya Elliot tengah diancam oleh komplotan geng narkoba di Inggris. Ketika dirinya tertangkap, perempuan itu merasa bahwa nyawa anaknya saat ini tengah terancam.

"Saya mendapatkan pesan dari seseorang - entah itu siapa- yang mengatakan putra saya seorang penipu dan mereka akan membunuhnya jika memperbaiki keadaan," tutur Sandiford.

"Sesaat setelah saya tertangkap, saya berpikiran, anak saya akan tewas. Saya gagal, mereka akan membunuh anak saya," imbuh Sandiford.

Menurutnya keterlibatan anaknya ini diawali ketika Kepolisian Inggris menggerebek sebuah pabrik narkoba yang berada tidak jauh dari tempat tinggal Elliot. Tetapi dirinya tidak mengerti orang-orang di pabrik tersebut menyebut nama anaknya sebagai informan polisi.

Pada akhirnya, hal ini yang membuatnya dipaksa untuk memperbaiki keadaan dengan menjadi seorang kurir. Tetapi, upayanya gagal ketika kokain yang hendak diselundupkannya ke Bali tercium oleh anjing pelacak di Bandara Denpasar.

Sandrifod akhirnya ditahan, dan dirinya pun menyebutkan tiga tersangka lain yang diduga terkait dengan kasus ini. Mereka diperkirakan terkait dengan jaringan pengedaran narkoba internasional dan pihak kepolisian masih memperdalam kasus tersebut.
(faj)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป