ASIA TENGGARA
Pemulangan WNI dari Suriah Tanpa Kendala
Senin, 11 Juni 2012 14:18 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Menlu Marty Natalegawa (Foto: Fajar Nugraha/Okezone)
JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia akan kembali memulangkan sekira tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa.
Menurut Menlu Marty hingga saat ini tidak terdapat kendala terkait dengan pemulangan para WNI tersebut. Pernyataan ini muncul menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa evakuasi WNI berlangsung lambat.
"Sampai saat ini tidak ada masalah terkait pemulangan WNI. Semua WNI yang ingin kembali ke tanah air kita fasilitasi, kita jembatani permasalahan proseduralnya," ujar Menlu Marty di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta, (11/6/2012).
Ditambahkan pula oleh Marty, keinginan untuk pulang atau tidaknya para WNI itu didasarkan oleh keputusan mereka sendiri tanpa paksaan.
"Ada yang ingin pulang, namun ada yang ingin tetap tinggal. Apapun itu, kita menghormati keputusan mereka. Kendati demikian, bagi mereka yang tetap tinggal kita sudah memberi himbauan agar menjauh dari wilayah-wilayah konflik serta pusat-pusat keramaian. Kita juga menghimbau agar mereka tetap menjaga komunikasi dengan perwakilan Indonesia disana," tutur Marty.
Disampaikan pula oleh Marty, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan beberapa pihak, terkait pemulangan WNI. Pertemuan ini tidak hanya dihadiri dari kalangan pemerintah, namun juga dari kelompok Migrant Care serta Masyarakat Madani untuk saling bertukar pandangan dan bersinergi demi mencari solusi atas kondisi WNI yang berada di Suriah.
"Namun, perlu diketahui Tim Kemlu sudah berada di Suriah sejak Januari lalu. Pihak kemlu juga mengerahkan penambahan staf dari perwakilan kita di sejumlah negara-negara tetangga Suriah untuk melayani berbagai kebutuhan WNI kita di Suriah. Ini sama halnya dengan yang kita lakukan ketika terjadi kekerasan di Yaman dan Mesir," ujar Marty.
(faj)
Berita Selengkapnya Klik di Sini