ASIA TENGGARA

Kerusuhan Landa Myanmar, Staf PBB Direlokasi

Senin, 11 Juni 2012 17:37 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Ilustrasi: ABC Ilustrasi: ABC

YANGON - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan telah menarik sejumlah pekerjanya yang berada di bagian Barat Myanmar. Hal ini dilakukan tidak lama setelah Presiden Myanmar Thein Sein mengumumkan diberlakukannya status darurat di kawasan tersebut.

"PBB untuk sementara waktu merelokasi sejumlah stafnya dari kawasan barat Myanmar secara sukarela demi alasan keamanan," ujar Koordinator Kemanusiaan PBB Ashok Nigam, yang dikutip CNN, Senin, (11/6/2012).

Ditambahkan Nigam berdasarkan laporan yang diterimanya dari staf PBB, sangat mustahil untuk dapat bekerja di tengah kekerasan yang terus menerus terjadi di kawasan itu.

Sebelumnya, Presiden Thein Sein dilaporkan  telah menerapkan status darurat militer di wilayah Barat Myanmar menyusul terjadinya kerusuhan antar sekte yang sejauh ini diketahui telah menewaskan 17 warga di wilayah tersebut. Tidak hanya itu kekerasan di wilayah Rakhine ini kabarnya juga telah menyebabkan ratusan rumah warga terbakar.

Kerusuhan ini bermula ketika tiga pemuda Muslim dituduh melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang perempuan asal etnis Rakhine. Meski sudah ditahan, namun kemarahan ratusan warga dari etnis Rakhine kabarnya tidak kunjung mereda.

Kemarahan etnis Rakhine itu pun kabarnya berlanjut hingga menyebabkan 10 warga Muslim tewas dalam sebuah penyerangan yang terjadi pekan lalu. Saat itu bus yang ditumpangi warga Muslim, dilempari batu saat melewati Desa Taunggote yang berjarak 300 kilometer di utara Yangon.

Sebagian besar warga di wilayah Rakhine yang berbatasan dengan Bangladesh, diketahui beragama Budha. Namun di kawasan utara terdapat pula sejumlah warga Muslim Rohingya. Wilayah Rakhine sendiri selama ini diketahui kerap dilanda kerusuhan antar warga Muslim dan Budha.

Presiden Thein Sein kerusuhan ini muncul sebagai akibat rasa tidak puas atas satu kelompok umat beragama dengan kelompok etnis lainnya.

"Apa yang terjadi di Rakhine saat ini adalah ketidakpuasan, kebencian dan keinginan yang kuat untuk membalas dendam dengan didasarkan oleh alasan ras dan agama. Inilah kenapa tindakan anarkis semakin meluas," ujar Presiden Thein Sein. (rhs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA ยป