Ilustrasi: Asia News
PARIS - Tiga perempuan Arab Saudi ditolak memasuki Prancis. Ini terjadi setelah ketiga perempuan itu menolak membuka cadar yang mereka kenakan dalam proses pemeriksaan oleh petugas imigrasi Bandara Charles de Gaulle.
"Polisi telah meminta tiga perempuan Arab Saudi yang baru saja tiba dari Doha untuk membuka cadar, namun mereka menolak. Polisi pun melarang mereka memasuki Prancis," ujar salah seorang petugas bandara Charles de Gaulle, yang dikutip Associated Press, Rabu, (13/6/2012).
Menurut petugas bandara, tidak lama setelah insiden itu ketiga perempuan Arab Saudi itu pun segera dipulangkan ke Doha, Qatar.
Sejak April 2011 lalu Prancis memang dikenal sebagai negara yang menerapkan larangan penggunaan penutup wajah atau cadar di depan umum. Aturan ini pun disertai dengan denda sebesar USD216 atau sekira Rp2 juta (Rp9.423 per USD).
Bagi para pendukung larangan tersebut, penggunaan cadar dinilai bertentangan dengan prinsip sekularisme serta hak-hak perempuan yang dianut Prancis. Namun, sebaliknya bagi beberapa kelompok Muslim yang menentang aturan ini, kebijakan Pemerintah Prancis itu telah menodai aturan Muslim yang dikenal moderat. (rhs)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Rabu, 19 Juni 2013 15:32 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 21:01 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 16:03 WIB