TIMUR TENGAH
PM Israel Gagal Atasi Insiden Mavi Marmara
Kamis, 14 Juni 2012 08:25 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Kapal Mavi Marmara (Foto: AP)
YERUSALEM - Insiden penembakan yang dilakukan oleh pasukan Israel terhadap kapal yang berisi bantuan kemanusiaan, Mavi Marmara, dianggap sebagai kesalahan PM Benjamin Netanyahu. Netanyahu dinilai mengabaikan masalah ini.
Hal ini disebutkan oleh lembaga pengawas Pemerintahan Israel, yang menilai Netanyahu mengabaikan masalah ini.
Sebagai kepala pemerintahan, PM Netanyahu dianggap mengabaikan peringatan tentang protes ini. Dirinya bahkan tidak lagi mempertimbangkan petinggi militer Israel yang memperingatkan blokade terhadap kapal berisi bantuan kemanusiaan ke Gaza ini, bisa berbuntut pada kekerasan.
Peringatan dari petinggi militer Israel ini kemudian terbukti. Insiden pada 2010 itu, menyebabkan sembilan aktivis warga Turki tewas akibat terjangan peluru militer.
Laporan ini juga menyebutkan Netanyahu tidak mengadakan rapat pemerintah untuk menghindari masalah ini.
Tetapi laporan itu tidak merusak citra Netanyahu di dalam negeri dan dirinya bersedia untuk menjalankan kebijakan alternatif bila saat terpilih. Hal ini bisa juga dilakukan Israel untuk memutuskan serangan terhadap Iran.
Beberapa bulan terakhir, beberapa pensiunan pejabat tinggi menilai serangan terhadap Iran tidak diperlukan dan terlalu berbahaya. Para pensiunan ini mengecam Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak, yang mengabaikan peringatan tentangan aksi kekerasan yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Laporan mengenai tragedi kapal flotila Mavi Marmara tersebut juga menyebutkan, Netanyahu hanya percaya pada diskusi yang tidak disertai bukti kuat dengan Ehud Barak. Tetapi Netanyahu membantah semua tuduhan dari laporan tersebut.
"Setiap keputusan yang saya buat dapat dilihat saat ini di Israel, di mana warga menikmati keamanan yang mungkin saja sulit dirasakan dalam beberapa tahun terakhir," ujar Netanyahu, seperti dikutip The Washington Post, Kamis (14/6/2012).
Pasukan komando Israel menewaskan sembilan aktivis pro-Palestina pada bentrokan di Mavi Marmara. Kapal flotila itu adalah salah satu dari enam kapal yang berusaha menerobos blokade laut Israel terhadap Gaza. Israel menilai blokade itu perlu untuk mencegah pengiriman senjata kepada Hamas.
Operasi militer itu memicu kecaman internasional. Bahkan, insiden ini menyebabkan memburuknya hubungan Israel dengan Turki, karena sembilan yang tewas itu adalah warga Turki. Di bawah tekanan dunia internasional, Israel akhirnya bersedia melonggarkan blokade tersebut.
(faj)
Berita Selengkapnya Klik di Sini