Krisis Suriah Memanas, Turki Beli Senjata

Kamis, 14 Juni 2012 19:02 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Trend Foto : Trend ANKARA - Di tengah munculnya ketidakpastian dalam krisis Suriah, Turki yang merupakan negara tetangga Suriah, mempersiapkan diri untuk membeli sistem pertahanan udara. Pembelian senjata itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan nasional Turki.

Turki pun mengabaikan peringatan North Atlantic Treaty OrganizatioN (NATO) yang memintanya agar tidak membeli senjata buatan negara Barat. Turki pun berniat membeli sejumlah senjata dari Rusia dan China.

Beberapa senjata yang akan dibeli Turki adalah Misil Patriot jarak jauh buatan perusahaan Amerika Serikat (AS) Raytheon dan Lockheed Martin, Sistem pertahanan S-400 buatan Rosoboronexport, Rusia, HQ9 dari China, serta beberapa sistem pertahanan dari Prancis dan Italia. Demikian, seperti diberitakan Today Zaman, Kamis (14/6/2012).

NATO khawatir, kemenangan China dalam tender persenjataan Turki akan sangat berbahaya. Organisasi pertahanan itu takut, bila informasi-informasi NATO bocor lewat transaksi senjata China dan Turki. Meski demikian, beberapa pejabat negara Barat menilai langkah Turki adalah taktik untuk mengatasi menghemat karena harga-harga senjata dari Barat relatif tinggi.

Selama ini, militer Turki tidak memiliki misil jarak jauh yang dapat menyerang target di udara. Namun Turki masih memiliki peluncur roket Rapier dan Stinger yang berjarak pendek. Misil buatan AS Hawk PIP III menjadi salah satu misil jarak menengah yang dimiliki oleh Turki.

Kebutuhan akan persenjataan makin disoroti oleh Turki saat Perang Teluk I pecah di tahun 1991 silam. Negara tersebut membutuhkan suatu sistem pertahanan untuk menghadapi ancaman misil Scud dari Irak. NATO pun mengirimkan sistem pertahanan udara kepada Turki pada Perang Teluk I dan Perang Teluk II. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »