DUNIA

"Pejabat Inggris Terlalu Akrab dengan Media"

Kamis, 14 Juni 2012 22:04 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Perdana Menteri Inggris David Cameron (Reuters) Foto : Perdana Menteri Inggris David Cameron (Reuters)

LONDON - Perdana Menteri Inggris David Cameron menjelaskan kesaksiannya di depan hakim, terkait skandal penyadapan yang dilakukan oleh media yang dipimpin Rupert Murdoch. Cameron pun menilai, selama ini pejabat-pejabat Inggris terlalu akrab dengan media.

Dalam pengadilan, Cameron diharapkan menjelaskan kedekatan hubungannya dengan Mudoch, taipan media pemilik Tabloid News of the World. Skandal penyadapan yang muncul selama ini cukup mengguncang Pemerintahan Inggris dan memunculkan dugaan bahwa para politisi senior Inggris melindungi Murdoch.

Hubungan Murdoch dan para politisi Inggris menciptakan masalah yang serius bagi Cameron. Cameron pun mendapat kritik pedas ketika dirinya menunjuk seorang editor di News of the World, Andy Coulson, sebagai juru bicaranya. Coulson pun saat ini didakwa atas kasus skandal penyadapan.

"Hubungan politisi-politisi Inggris dan media selama 20 terakhir ini cukup menyimpang. Saya rasa, mereka terlalu dekat," ujar Cameron, seperti dikutip CBS, Kamis (14/6/2012).

Sejauh ini, taipan media berusia 81 tahun itu memang sangat akrab dengan menteri-menteri di Inggris. Deputi Perdana Menteri Inggris Nick Clegg justru mengatakan dengan lantang, seluruh politisi Inggris tunduk pada Murdoch. Clegg pun tampak mencoba untuk menjauhkan partainya dari Murdoch.

"Hampir seluruh politisi di Inggris tunduk di depan Rupert Murdoch. Hal ini adalah sebuah kebusukan yang akan menciptakan kerusakan," ujar Clegg. (AUL)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป