DUNIA
Presiden Argentina Kembali Klaim Kepemilikan Falkland
Jum'at, 15 Juni 2012 10:52 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Presiden Argentina Cristina Fernandez (Foto: Press TV)
NEW YORK - Di hadapan Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Argentina kembali menegaskan klaimnya atas Kepulauan Falkland. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Argentina Cristina Fernandez.
Fernandez mengatakan, Kepulauan Falkland adalah wilayah Argentina dan tidak seharusnya berada di bawah Pemerintah Inggris. Presiden Argentina itu juga menegaskan, tindakan Inggris yang selama ini menguasai Kepulauan Falkland merupakan sebuah bentuk penghinaan.
"Bagaimana Falkland bisa menjadi bagian dari teritori Inggris jika jaraknya saja sekira 22 ribu km dari negara itu?" ujar Presiden Fernandez, seperti dikutip Reuters, Jumat, (15/6/2012).
Berbicara hampir selama satu jam di hadapan Komite Dekolonisasi PBB, Presiden Fernandez pun menuding Inggris telah memiliterisasi wilayah Falkland dalam beberapa bulan terakhir.
Langkah Fernandez merupakan upaya diplomatik terbaru yang ditempuh Argentina untuk menegaskan klaimnya atas Falkland atau yang dikenal dengan sebutan Las Malvinas dalam Bahasa Spanyol.
Fernandez pun meminta Komite Dekolonisasi PBB untuk mencegah peringatan 30 tahun kemenangan Inggris atas Argentina dalam perang 10 minggu atas sengketa Falkland. Perang ini turut mengakhir pendudukan singkat Argentina atas Falkland sekaligus berdampak pada runtuhnya kediktatoran di Argentina.
Sebelum melakukan pidatonya, Presiden Fernandez dilaporkan lebih dahulu melakukan pertemuan dengan Sekjen PBB Ban Ki Moon. Dalam pertemuan itu, Sekjen Ban menawarkan diri untuk menjadi penengah dalam sengketa wilayah dua negara tersebut. Namun, Ban menegaskan dirinya hanya bersedia menjadi penengah jika warga Falkland menyetujui hal tersebut.
Sementara itu, seorang Anggota Dewan Perwakilan Falkland Roger Edwards yang juga berbicara di hadapan Komite Dekolonisasi PBB mengatakan, bahwa warga Falkland sepenuhnya berhak untuk menentukan nasib sendiri dan hal itu dijamin oleh Piagam PBB.
"Hari ini kami meminta hak untuk menentukan masa depan kami sendiri tanpa harus menunggu taktik agresif dan teriakan dari negara tetangga kami. Namun, jajak pendapat terakhir menunjukkan 96 persen warga Falkland ingin menjadi bagian dari Inggris," ujar Edwards.
Edwards juga menuding selama ini Argentina telah melancarkan perang ekonomi terhadap warga Falkland. "Argentina berusaha untuk merugikan dan merusak industri hidrokarbon kami, demikian juga dengan bidang perikanan dan industri pariwisata kami," tutur Edrwads.
Sebelumnya, Otoritas Falkland telah mengumumkan akan melakukan referendum terkait dengan status politik wilayah tersebut pada awal 2013 mendatang. Referendum itu pun nantinya diharapkan dapat mengakhiri sengketa kedaulatan dengan Argentina. Sejauh ini, PM Inggris David Cameron telah menyatakan dukungannya atas pelaksanaan referendum di pulau itu. (rhs)
Berita Selengkapnya Klik di Sini