ASIA TENGGARA
Pengungsi Rohingnya Butuh Bantuan Kesehatan
Senin, 18 Juni 2012 17:02 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Kerusuhan di Myanmar (Foto: Reuters)
RAKHINE - Kerusuhan antaretnis yang terjadi di Rakhine, Myanmar, memaksa etnis Rohingnya mencari tempat perlindungan. Etnis beragama Islam ini dikabarkan membutuhkan bantuan kesehatan.
Lembaga medis Medecins Sans Frontieres (MSF), yang membuka klinik kecil di wilayah penampungan Rohingnya, terpaksa menutup operasi klinik tersebut di wilayah Rakhine. Kondisi tersebut tidak lepas dari konflik sekterian yang terjadi sejak 9 Juni lalu.
"MSF benar-benar khawatir bahwa korban dari konflik ini tidak mendapatkan perawatan yang cukup. Bantuan kesehatan juga masih dibutuhkan oleh banyak pasien kami," jelas Manajer Operasi MSF Joe Belliveau, seperti dikutip dari pernyataan MSF dalam websitenya, Senin (18/6/2012).
"Perhatian utama kami adalah memberikan bantuan medis darurat, makanan, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, pasien HIV/AIDS juga harus mendapatkan perawatan memadai," lanjutnya.
Terkait kerusuhan yang terjadi antara warga Muslim dan Budha Myanmar, para pengungsi Rohingnya yang mayoritas umat Muslim ini mencoba untuk mencari tempat perlindungan ke wilayah selatan Bangladesh. Tetapi menurut MSF, Pemerintah Bangladesh menolak memberi akses bagi para pengungsi.
MSF pun menyanggupi pemberian bantuan medis di Bangladesh dan bersedia untuk merawat siapa pun yang membutuhkannya, terlepas asal mereka. Tetapi penolakan Pemerintah Bangladesh ini memberikan kesulitan besar bagi MSF.
"Para pengungsi membutuhkan makanan, air dan bantuan kesehatan. Mereka harus diperbolehkan melewati perbatasan. Baik di Myanmar dan Bangladesh, MSF berusaha untuk meraih siapapun mereka yang terpengaruh oleh kekerasan ini," tegas pihak MSF.
Kerusuhan di wilayah Rakhine memang membuat warga di wilayah tersebut menderita, khususnya bagi etnis Rohingnya. Sekira 40 an warga dilaporkan tewas dalam insiden ini dan sekira 1.000 lainnya menderita luka-luka.
(faj)
Berita Selengkapnya Klik di Sini