TIMUR TENGAH

Pangeran Meninggal, Perempuan Arab Tunda Protes

Senin, 18 Juni 2012 08:18 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Foto: AFP Foto: AFP

RIYADH - Aktivis perempuan Arab Saudi yang hendak melancarkan protes, menunda niat mereka menyusul wafatnya Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Nayef bin Abdul Aziz. Sebelumnya mereka hendak melakukan protes menentang pelarangan perempuan mengemudikan mobil.


"Rencana protes ditunda hingga Jumat," ujar Hind al-Zahid dari kelompok Women2Drive, seperti dikutip AFP, Senin (18/6/2012). Protes ini sebelumnya dimaksudkan untuk memperingati satu tahun pergerakan tersebut.

Protes ini sedianya akan dilakukan Minggu 17 Juni. Mereka mendesak perempuan -yang memegang surat izin mengemudi (SIM) dari luar negeri- untuk mengendari mobil dalam peringatan ini. Aktivis ini juga mendesak para pria mendukung istri, ibu atau adik perempuannya yang memutuskan untuk mendukung protes.

Aktivis tersebut juga mengajak para perempuan untuk membanjiri kantor.Departemen Lalu Lintas dengan aplikasi pengajuan surat izim mengemudi. Mereka juga meminta perempuan-perempuan ini untuk melakukan protes, bila aplikasinya ditolak.

Sebelumnya pada Rabu lalu, sekira 800 orang mengajukan petisi kepada Raja Abdullah agar mengizinkan perempuan mengemudi. Petisi itu juga mendesak Kerajaan Ultra Konservatif itu, untuk mendorong perempuan memiliki SIM dari negara tetangga dan mengemudikan mobil saat dibutuhkan.

Mereka juga meminta Raja mendirikan sekolah mengemudi untuk perempuan dan mengeluarkan SIM. Banyak perempuan ditangkap oleh Pemerintah Arab Saudi, sejak kampanye ini dimulai tahun lalu. Mereka juga didesak untuk menandatangani sumpah agar tidak lagi mengemudikan mobil.

Kini dengan wafatnya Pangeran Nayef, aktivis perempuan ini memberikan penghormatan dengan menunda protes mereka. Nayef yang sempat menjabat sebagai menteri dalam negeri, wafat pada usianya yang ke-78. Nayef yang baru delapan bulan menjadi Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, meninggal dunia pada Sabtu 16 Juni pekan lalu.

Pangeran Nayef tampaknya akan digantikan oleh adiknya yakni, Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Salman. Sebelum menjabat sebagai menteri pertahanan, Salman bertugas sebagai Gubernur Riyadh. 

Pangeran Nayef wafat di Jenewa, Swiss setelah menjalani perawatan di bagian lututnya. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sosok konservatif itu. AS mengatakan, Washington sudah kehilangan sahabatnya.

Pangeran Nayef merupakan sosok yang dikenal atas prestasinya dalam menumpas gerakan Al Qaeda pada 2003 silam. Figur kuat Pangeran Nayef juga tidak luput dari kritik yang dilontarkan oleh sejumlah aktivis HAM. 

Nayef sempat menentang pemilihan anggota Dewan Shura dan pelibatan seorang perempuan dalam anggota dewan tersebut. Pangeran Nayef pun sering dituding membiarkan brutalitas dan kekerasan yang dilakukan oleh polisi religi Arab Saudi.
(faj)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป