Foto : Ahmed Shafiq (RIA Novosti)
KAIRO - Usai Pilpres Mesir 2012 digelar, Ikhwanul Muslimin mengklaim, kandidatnya Mohammed Mursi memenangkan pilpres historis itu. Namun, mantan Perdana Menteri Mesir Ahmed Shafiq menolak hasil pilpres di negaranya.
"Kami menolak hasil pilpres sepenuhnya. Kami sangat terkejut dengan kelakuan aneh ini, yang membajak hasil pemilu," ujar anggota tim kampanye Shafiq, Mahmud Barakeh, seperti dikutip AAP, Senin (18/6/2012).
Ikhwanul Muslimin mengumumkan kemenangan dari Mursi pada pukul 03.30 dini hari. Mursi diklaim memperoleh 95 persen suara dari 13 ribu tempat pemungutan suara yang tersebar di Negeri Piramida.
Dalam sebuah jumpa pers, pimpinan tim kampanye Mursi, Ahmed Abdelatif, mengumumkan kemenangan Mursi. Menurut Abdelatif, Mursi mendapatkan 52,5 persen, sementara itu Shafiq hanya mendapat 47,5 persen. Abdelatif mengatakan, momen ini menjadi peristiwa yang sangat ditunggu oleh warga Mesir.
Pelaksaan Pilpres Mesir 2012 digelar di saat Mesir sedang dilanda kerusuhan. Peristiwa penembakan pun muncul di beberapa wilayah di Kota Kairo.
Bersamaan dengan itu, Dewan Militer Mesir pun mengamandemen konstitusi dan mengambil alih kekuasaan legislatif di saat pilpres berakhir, hal itu disebabkan karena Parlemen Mesir sudah dibubarkan. Lewat undang-undang baru yang dibentuk Dewan Militer Mesir, Pemilu Legislatif Mesir tidak akan digelar sebelum konstitusi baru dibuat oleh Majelis Konstituen. (AUL)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Rabu, 19 Juni 2013 12:46 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 12:45 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 12:04 WIB