TIMUR TENGAH

Usia Jadi Tantangan Suksesi Dinasti Arab Saudi

Selasa, 19 Juni 2012 12:02 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Anggota keluarga Kerajaan Arab (AFP) Foto : Anggota keluarga Kerajaan Arab (AFP)

RIYADH - Keluarga Kerajaan Arab Saudi saat ini menghadapi tantangan baru dalam memilih penerus takhta raja. Tantangan itu tak lain adalah "usia" sang pewaris takhta.

Mendiang Pangeran Nayef adalah sosok yang menggantikan Pangeran Sultan bin Abdul Aziz al Saud yang meninggal dunia ketika berumur 86 tahun. Baru delapan bulan menjadi Putera Mahkota, Pangeran Nayef meninggal dunia di usianya yang ke-78 karena sakit.

Sementara itu, Pangeran Salman yang saat ini menggantikannya juga sudah tua dan berusia 76 tahun. Salaman adalah salah satu dari empat pria yang tergabung dalam klan "Tujuh Sudairi."

Klan keluarga itu adalah klan yang paling berpengaruh, karena ibu mereka, Permaisuri Hassa al-Sudairi, adalah istri terfavorit Raja Abdul Aziz, yang sudah berkuasa di Arab Saudi pada 1953 silam.

Setelah Salman, beberapa putra Saudairi yang masih tersisa adalah Pangeran Abdul Rahman, Pangeran Turki dan Pangeran Ahmed. Di antara keempat pangeran itu, Pangeran Turki-lah yang paling muda dan masih berusia 67 tahun. Demikian, seperti diberitakan AFP, Selasa (19/6/2012).

Pangeran Salman dilantik sebagai Putera Mahkota sekaligus Deputi Perdana Menteri Arab Saudi. Posisi Salman sebagai menteri pertahanan pun masih dipertahankan dan Raja Abdullah mengangkat Pangeran Ahmed untuk menduduki posisi yang dulu diduduki oleh Nayef, yaitu menteri dalam negeri.

Sejumlah pengamat menilai, penunjukkan Salman sebagai Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi merupakan hal yang sudah direncanakan. Namun patut didasari bahwa tantangan suksesi di negeri penghasil minyak itu sangatlah besar. Jabatan-jabatan ganda itu pun juga akan memunculkan masalah baru. (AUL)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

BACA JUGA ยป