DUNIA
Inggris Tolak Selesaikan Sengketa Falkland Lewat Diskusi
Rabu, 20 Juni 2012 19:06 wib
Khairisa Ferida - Okezone
PM Inggris David Cameron dan Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner (Foto: AFP)
LOS CABOS - Perdana Menteri Inggris David Cameron menolak surat yang diberikan Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner kepadanya. Surat itu berisi tentang konflik Pulau Falkland.
Kejadian ini tertangkap kamera di saat keduanya tengah terlibat dalam pembicaraan serius. Pertemuan kedua pemimpin dunia ini terjadi ketika mereka sama-sama hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Los Cabos, Meksiko.
Di sela-sela KTT G20, Presiden Fernandez dikabarkan berusaha menunjukkan sebuah dokumen yang mempertegas bahwa Kepulauan Falkland merupakan bagian dari wilayah Meksiko. Namun, dokumen yang memiliki nama 'UN/Malvinas' itu langsung ditolak oleh PM Cameron.
Dalam perbincangan keduanya pun, PM Cameron menegaskan apapun yang ingin disampaikan oleh Presiden Fernandez Inggris lebih memilih untuk menghormati keinginan dari warga Kepulauan Falkland yang ingin bersatu dengan Inggris.
"Saya tidak ingin mengadakan sebuah diskusi dengan Anda (Presiden Fernandez) terkait Falkland namun, Saya harap Anda mengingat dengan baik bahwa warga Falkland telah memilih untuk melaksanakan referendum dan Anda harus menghormati keinginan mereka. Kita harus mendukung upaya warga Falkland untuk menentukan nasib mereka sendiri dan bersikap layaknya negara demokrasi," ujar PM Cameron, yang dikutip Daily Mail, Rabu, (20/6/2012).
Seperti pernah diberitakan sebelumnya, otoritas Falkland telah mengumumkan akan menyelenggarakan referendum awal tahun depan untuk menentukan status politik kepulauan itu. Referendum juga diharapkan dapat mengakhiri sengketa wilayah antara Inggris-Argentina terkait dengan kepemilikan atas pulau itu.
"Saya tegaskan kepada Presiden Fernandez jika ia percaya dengan demokrasi maka ia seharusnya menghormati keinginan warga Falkland," tutur PM Cameron.
Beberapa saksi menyebutkan, Presiden Fernandez membalas pernyataan Cameron itu dengan bertele-tele. Pernyataan Presiden Argentina itu pun dinilai tidak jelas arah tujuannya sampai akhirnya pembicaraan itu berhenti ketika Cameron memilih untuk keluar ruangan.
Terkait dengan peristiwa ini, Kantor PM Inggris menegaskan Presiden Fernandez seharusnya tidak perlu menunjukkan sikap seperti itu kepada Cameron.
"Jika mereka ingin memberikan kami surat, maka dengan mudah mereka dapat memberikannya kepada delegasi kami. Namun, kami tidak perlu surat dari Presiden Fernandez untuk mengetahui resolusi PBB. Semua resolusi PBB mengacu pada Piagam PBB yang didasarkan pada prinsip menentukan nasib sendiri dan kami ingin Argentina menghormati hal ini," ujar pihak Downing Street.
Sengketa Pulau Falkland yang terjadi antara Inggris dan Argentina diketahui sudah berlangsung sejak 1982 silam. Argentina menyebut pulau tersebut dengan nama Malvinas dan mengklaim pulau itu adalah warisan dari koloni Spanyol.
Peperangan pun sempat terjadi antara kedua negara tersebut pada 1982. Perang menyebabkan 900 orang tewas dan 11 ribu pasukan Argentina ditahan. (rhs)
Berita Selengkapnya Klik di Sini