Foto : Behind Closed Doors
SYDNEY - Perkembangan prostitusi di Australia tampaknya akan meledak. Hal itu disebabkan karena Negeri Kangguru berniat untuk membangun rumah bordil terbesar, seharga AUS12 juta atau sekira Rp113 miliar.
Rumah bordil Stilleto yang terletak berseberangan dengan Universitas Sydney, menjalani proses renovasi besar-besaran. Tempat itu akan menjadi rumah bordil terbesar yang dilengkapi dengan 20 hingga 40 kamar.
Ranjang tambahan, meja billiard, serta 21 ruang tunggu siap dibangun di Stilleto. Meski demikian, sejumlah orang pun mengutarakan keberatannya terhadap renovasi tempat itu. Namun keluhan-keluhan itu tidak menjadi halangan dalam membangun sektor bisnis pelacuran yang besar itu.
"Sebagaimana tempat seks dinyatakan legal untuk digunakan, segala bentuk keberatan moral yang terkait masalah ini, tidak relevan," ujar Komisioner Susan O Neill, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (22/6/2012).
Dewan Kota Sydney pun tidak keberatan dengan pembukaan rumah bordil raksasa itu. Stilleto akan dikenal sebagai "hotel terpendek di dunia dan rumah bordil Sydney."
Protitusi di Negeri Kangguru diatur oleh Pemerintah Australia lewat undang-undang. Hal itu pun diizinkan di New South Wales, namun sejumlah wilayah lain di bagian utara Australia memutuskan untuk melarangnya. (AUL)
getting time ...
Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang manfaat yodium bagi wanita hamil dan masalah penghindaran pajak di Eropa.
Victims of the cholera epidemic in Haiti have given the United Nations a 60 day deadline to start talks about compensation or face legal action.
Rabu, 22 Mei 2013 21:01 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 18:02 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 17:02 WIB