Ilustrasi: stewartslaw
STOCKHOLM - Kenyamanan sangat dibutuhkan ketika kita menempuh perjalanan yang cukup jauh. Namun, seorang perempuan asal Swedia justru merasakan hal sebaliknya, ia terpaksa duduk disamping jenazah selama berjam-jam dalam sebuah penerbangan.
Perempuan asal Swedia itu mengaku, insiden itu berawal ketika seorang pria yang duduk disebelahnya tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Pria itu mengalami kejang-kejang sebelum maskapai Kenya Airlines lepas landas dari Amsterdam, Belanda, menuju Tanzania," ujar Lena Pettersson, yang dikutip UPI, Senin, (25/6/2012).
Setelah pesawat berada di udara, pria itu pun diketahui meninggal dunia. Pettersson pun dengan terpaksa harus duduk disebelah pria yang sudah tidak bernyawa itu selama penerbangan berlangsung.
"Tentu saja itu bukan kejadian yang menyenangkan. Namun Saya hanya tidak ingin menimbulkan keributan," ujar Pettersson.
Namun, setelah kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya selama beberapa jam tersebut Pettersson pun menuntut biaya ganti rugi kepada maskapai Kenya Airlines. Meski butuh waktu selama beberapa bulan untuk mendapatkan haknya, akhirnya maskapai penerbangan itu bersedia membayar USD713 atau sekira Rp6.7 juta (Rp9.473 per USD). (rhs)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Kamis, 20 Juni 2013 03:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 23:02 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 19:01 WIB