Foto : Munawar Hasan (dunyanews)
LAHORE - Pemimpin Jamaah Islamiyah Munawar Hasan memprotes insiden pembantaian warga Muslim di Arakan, Myanmar. Munawar mengatakan, dalam waktu beberapa pekan kekerasan sektarian di Myanmar sudah menyebabkan ribuan warga Muslim tewas dan ratusan lainnya kabur ke Bangladesh.
Munawar turut mengecam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengkategorikan warga Muslim di Arakan sebagai pengungsi yang paling tertindas. Namun PBB tidak pernah melakukan apa-apa untuk menyelamatkan nyawa mereka. Selain itu, media di dunia ini juga dinilai menutup mata terkait insiden pembantaian warga Muslim Myanmar itu.
Pimpinan Jamaah Islamiyah itu juga mendesak Sekretaris Jendral Organisasi Konferensi Islam (Sekjen OKI) Ekmelledin Ihsanoglu untuk mengambil tindakan mengenai isu tersebut. Isu penutupan pintu perbatasan yang dilakukan oleh Bangladesh juga menuai kecaman dari Jamaah Islamiyah. Demikian, seperti diberitakan The News, Kamis (28/6/2012).
Isu warga Muslim Rohingya belakangan ini menjadi pokok perhatian Pemerintah Myanmar. Pemerintah Myanmar pun menerapkan status darurat militer setelah bentrokan antar umat Budha dan Muslim itu semakin memanas.
Beberapa pihak pun menilai, isu Rohingya yang selama ini bergulir menjadi halangan bagi proses kelanjutan demokrasi di negeri yang sempat dipimpin junta militer itu. Tokoh pro-demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, juga masih berada dalam perjalanannya ke Eropa dan belum turun tangan untuk mengurus masalah tersebut. (AUL)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Kamis, 20 Juni 2013 01:02 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 23:02 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 23:01 WIB