TIMUR TENGAH

Suriah Bantu Musuh Bebuyutan Turki?

Sabtu, 30 Juni 2012 13:09 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Pemberontak PKK (IST) Foto : Pemberontak PKK (IST)

HERZLIYA - Suriah diduga memberikan kewarganegaraan bagi etnis Kurdi dan membantu mereka yang bergabung dalam Partai Pekerja Kurdi (PKK) untuk menggempur Turki dari wilayah Suriah. Selama ini, Turki selalu memburu pemberontak itu, karena mereka memang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.
 
"Setelah hubungan Turki dan Suriah terputus, Presiden Suriah Bashar al Assad menyambut kehadiran PKK di Suriah," ujar salah seorang peneliti di  Institute for Counter-Terrorism at the Interdisciplinary Center (IDC), seperti dikutip Times of Israel, Sabtu (30/6/2012).
 
Perselisihan antara Turki dan Suriah tampak cukup memprihatinkan, terutama setelah Suriah menembak jatuh jet Turki. Turki merespons insiden itu dengan mengerahkan pasukan ke perbatasan Suriah, beserta tank dan sistem pertahanan udara.
 
Sementara itu, bendera PKK pun berkibar di Suriah. Muncul pula dugaan yang menyebutkan bahwa Presiden Assad merangkul para pemberontak Kurdi yang ingin menyerang wilayah Turki.
 
Kedua negara itu sudah menjalin kemitraan selama 18 tahun, namun sempat berseteru pada dekade 1990an. Hal itu disebabkan karena Suriah mendukung PKK. PKK dibentuk pada 1978 di Lebanon, selain dirangkul oleh Suriah, PKK saat itu dirangkul pula oleh Uni Soviet.
 
Pemberontak PKK memang digolongkan sebagai kelompok teroris oleh Turki, beserta Uni Eropa dan juga Amerika Serikat (AS). Pemberontak ini kerap melancarkan serangan yang menewaskan pasukan Turki. Militer Turki bersikeras menyatakan, para warga Kurdi menggunakan partai PKK sebagai instrumen separatisnya.
(AUL)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป