TIMUR TENGAH
PM Israel Surati Presiden Baru Mesir
Minggu, 01 Juli 2012 17:31 wib
Khairisa Ferida - Okezone
PM Israel Benyamin Netanyahu (Foto: Zimbio)
YERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dilaporkan telah mengirimkan surat kepada Presiden Mesir yang baru saja dilantik Mohamed Morsi. Kabarnya surat itu berisikan permintaan Netanyahu agar Presiden Morsi tetap berpegang teguh pada perjanjian damai kedua negara.
Keberadaan surat itu untuk pertama kalinya diungkapkan oleh Haaretz. Menurut salah seorang sumber dari pihak Israel, surat itu menegaskan keinginan Israel untuk melanjutkan kerjasama dan memperkuat perdamaian kedua negara dibawah pemerintahan Mesir yang baru.
"Surat itu telah dikirim dalam beberapa hari terakhir melalui Kedutaaan Besar Israel di Kairo," ujar sumber yang enggan mengungkap identitasnya tersebut seperti dilansir AFP Minggu, (1/7/2012).
Dalam laporannya, Haaretz juga menyebutkan, setelah berkonsultasi dengan Amerika Serikat (AS), sejumlah pejabat Israel kabarnya juga memilih untuk menunda pembicaraan PM Netanyahu dengan Presiden Morsi melalui sambungan telepon. Namun, Israel telah mengirimkan utusan khusus untuk bertemu dengan pejabat keamanan Mesir.
Selama ini Israel dikabarkan terus mengikuti setiap perkembangan dalam pemilihan umum presiden (pilpres) Mesir menyusul sempat memburuknya hubungan kedua negara pasca lengsernya Husni Mubarak. Hubungan kedua negara bahkan sempat mengalami ketegangan ketika gedung Kedutaan Besar Israel di Kairo mengalami penyerangan.
Selama proses pilpres Mesir bergulir, Israel kabarnya juga dihantui kekhawatiran jika kelak kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) berhasil memenangkan pilpres.
Kekhawatiran ini dipicu oleh kedekatan IM dengan kelompok Hamas yang selama ini menguasai Jalur Gaza. Selain itu, Israel juga khawatir bahwa kepemimpinan Mesir dibawah presiden dari kelompok IM nantinya akan merusak perjanjian damai Mesir-Israel (Camp David) yang ditandatangani oleh kedua negara pada 1979 lalu.
Namun, untuk meredam kekhawatiran tersebut Israel dikabarkan memilih untuk merangkul IM ketika kelompok ini dinyatakan sebagai pemenang pilpres Mesir. Sikap melunak Israel terhadap IM tersirat dalam sejumlah pernyataan PM Netanyahu yang berkali-kali menegaskan, Israel akan terus bekerjasama dengan pemerintahan baru Mesir.
"Israel menghargai proses demokrasi di Mesir dan kami menghormati hasil dari pilpres. Kami berharap untuk melanjutkan kerjasama dengan Pemerintah Mesir dengan dilandasi oleh perjanjian damai kedua negara," ujar Netanyahu dalam beberapa kesempatan.
Kelompok IM berdiri di Mesir sejak 1928 silam. Sejak awal berdiri kelompok ini diketahui merupakan gerakan pan-Arabisme yang menuntut dibentuknya Negara Islam di kawasan Timur Tengah. Namun, kelompok ini sempat dilarang keberadaannya oleh pemerintahan militer Mesir.
Kemenangan IM dalam pemilu dan pilpres Mesir 2012 menjadi peristiwa bersejarah bagi Negeri Piramida itu mengingat Morsi adalah sosok warga sipil pertama yang berhasil menduduki posisi sebagai presiden. Dalam pidato setelah pengumuman kemenangannya, Morsi menyuarakan pesan damai ke penjuru dunia. Namun Morsi tidak menyinggung Israel dalam pernyataannya. (rhs)
Berita Selengkapnya Klik di Sini