TIMUR TENGAH

Mossad di Balik Pembunuhan Arafat?

Kamis, 05 Juli 2012 13:21 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Yasser Arafat ditengah pendukungnya (Foto: AP) Yasser Arafat ditengah pendukungnya (Foto: AP)

RAMALLAH - Spekulasi mengenai kemungkinan diracunnya mantan Presiden Palestina Yasser Arafat terus menyeruak. Dugaan kini tertuju kepada dinas intelijen Israel Mossad  yang diduga melakukan pembunuhan tersebut.

Media Al Jazeera yang melakukan penyelidikan selama sembilan bulan atas kematian Arafat, mengaku menemukan adanya zat radioaktif Polonium-210 pada sebagian barang yang digunakan oleh Arafat, sesaat sebelum kematiannya 2004 silam. Zat tersebut sama seperti yang digunakan dalam pembunuhan agen Rusia yang membelot Alexander Litvinenko pada 2006.

Dugaan Mossad berada di balik pembunuhan Arafat ini, diutarakan oleh kolumnis Richard Silverstein yang mereka kembali tulisan dari jurnalis Jerusalem Post, Uri Dan pada 2007 silam. Pada tulisan tersebut, ternyata Ehud Olmert yang menjadi tangan kanan Perdana Menteri Israel saat itu Ariel Sharon, sempat mengancam untuk membunuh Arafat. Demikian diberitakan Antiwar.com, Kamis (5/7/2012).

Dan yang saat itu sempat berbicara dengan Sharon, melihat jelas bagaimana Sharon amat terobsesi membunuh Arafat yang saat itu berusia 75 tahun. Satu hal yang membuat Dan yakin Israel berada di balik pembunuhan Arafat adalah Meir Dagan yang memimpin Mossad, ketika kematian Arafat. Tugas seperti itu dianggap Dagan sebagai misi tantangan bagi Mossad.

Jika Israel melakukannya, pembunuhan itu dilakukan dengan perhitungan tajam. Polonium bagi Israel menjadi metode atraktif, karena ketika itu polonium tidak dikenal sebagai senjata racun. Tentunya bila tidak diketahui, tidak akan pernah diketahui apa yang telah mengakibatkan Arafat terbunuh.

Salah satu hal yang penting bila Mossad berada di balik pembunuhan tersebut, peluang terlacaknya Israel dibalik pembunuhan hampir pasti tidak ada. Intelijen Israel tentunya merasa bangga karena mampu menggunakan berbagai macam metode, dalam upaya mereka melindungi diri dari segala bentuk teror terhadap kepentingan mereka.

Sosok Dagan sangat tepat dalam melaksanakan pembunuhan ini. Jika Israel diduga sebagai pelaku pembunuhan Arafat, ini mengartikan Israel dan Rusia melakukan eksperimen dan menyempurnakan metode pembunuhan dengan menggunakan polonium. Sementara Amerika Serikat (AS) hingga kini belum terdengar menggunakan zat radioaktif berbahaya itu, meskipun tidak akan heran bila AS memiliki teknologi ini.

Israel bisa dianggap sebagai pelaku utama pembunuhan Arafat, karena mereka memiliki sejarah panjang menggunakan racun dan senjata biologis untuk menghabisi musuhnya. Masih teringat bagaiman Israel mencoba membunuh pemimpin Hamas Khaled Meshal pada 1997, dimana agen Mossad menyemprotkan cairan levofentanyl ke telinganya.

Peristiwa lainnya adalah ketika agen Mossad berada di balik pembunuhan petinggi Hamas Mahmoud al-Mabouh di Dubai pada 2010. Saat itu Al Mabouh disuntik succinylcholine yang membuatnya meninggal akibat sesak napas. Dari kedua insiden itu, tidak terlepas kemungkinan Mossad melakukan pembunuhan terhadap Arafat. (faj)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป