DUNIA

"Terlalu Dini Sebut Arafat Tewas diracun"

Kamis, 05 Juli 2012 14:32 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Karya seni yang menampilkan Arafat (Foto: Reuters) Karya seni yang menampilkan Arafat (Foto: Reuters)

SWISS - Dugaan tewasnya Yasser Arafat akibat racun zat radioaktif tidak sepenuhnya diyakini oleh beberapa peneliti. Beberapa dari mereka menilai terlalu dini menyimpulkan Arafat tewas akibat diracun.

Sebelumnya tersiar kabar zat radioaktif polonium menjadi penyebab utama dari kematian mantan Presiden Palestina itu. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya polonium di pakaian, sikat gigi dan benda pribadi Arafat.

"Terlalu dini sebbut Yasser Arafat tewas akibat racun dari zat radiaktif," ujar juru bicara the Institute of Radiation Physics D'arsy Christian, seperti dikutip Israel National News, Kamis (5/7/2012).

Sebelumnya Kepala Laboratorium yang berada di Lausanne, Swiss itu, Francois Bouchad menyatakan, ada kandungan polonium dalam jumlah besar di benda-benda milik Arafat. Menurutnya polonium itu ditemukan dalam jumlah signifikan berdasarkan penelitian dari sampel.

Tetapi hal berbeda diutarakan oleh Christian. Menurutnya pihaknya perlu melakukan otopsi kepada jasad Arafat, guna menentukan apakah polonium yang membunuh Arafat. Dirinya menambahkan, ditemukannya polonium pada pakaian Arafat, tidak serta mengartikan bahwa Arafat memang diracun.

"Mungkin tidak ada polonium pada pakaian (Arafat) delapan tahun lalu, ketika beliau meninggal. Satu-satunya cara mencari tahu polonium terlibat dalam kematiannya adalah melalui pemeriksaan," lanjutnya.

Pihak otoritas Palestina sudah memberikan lampu hijau untuk menggali kubur Arafat dan melakukan otopsi terhadap jasadnya. Namun otopsi ini hanya bisa dilakukan bila keluarga Arafat memberikan izin. 2004 lalu, ketika Arafat meninggal, istri Arafat, Suha Arafat, menolak dilakukan otopsi atas jasad suaminya. (faj)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป