TIMUR TENGAH
Tunisia Dukung Penyelidikan Kematian Arafat
Jum'at, 06 Juli 2012 08:51 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Yasser Arafat (telegraph)
TUNIS - Tunisia mengutarakan dukungannya untuk penyelidikan kematian mantan Presiden Otoritas Palestina Yasser Arafat. Tunisia juga mendesak digelarnya rapat Liga Arab dan pembentukan komisi penyelidikan internasional untuk kasus ini.
"Kami menunggu tindakan Tunisia dan rapat penyelidikan itu," ujar Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (6/7/2012).
"Setelah itu, kami akan meminta komite penyelidikan internasional untuk membentuk suatu pengadilan yang akan membahas kasus yang serupa dengan pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon Rafiq Hariri. Dengan itu, kami sanggup memecahkan masalah ini," tambahnya.
Maliki menambahkan, dirinya ingin menunjukkan Otoritas Palestina dan seluruh warga yang selalu bertanya-tanya tentang kematian Arafat. Bersamaan dengan itu, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas juga sudah mengizinkan proses penggalian makam Arafat.
Juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeinah, mengatakan bahwa penyelidikan kematian Arafat akan melibatkan sejumlah peneliti dari Arab dan internasional. Janda Arafat, Suha Arafat, turut mendukung proses penggalian makam mendiang suaminya dalam rangka memecahkan misteri kematian itu.
Para peneliti di Institut de Radiophysique, Swiss, menemukan adanya zat radioaktif polonium dalam sampel biologis Arafat. Hal itu menimbulkan anggapan bahwa Arafat meninggal dunia karena diracun.
Penyelidikan itu digelar selama sembilan bulan dengan cara memeriksa barang-barang pribadi yang sering digunakan Arafat seperti halnya, pakaian, sikat gigi, sorban dan lain-lain. Otoritas Palestina pun menegaskan, penggalian makam Arafat yang nantinya akan dilakukan, sama sekali tidak memiliki motif politik atau agama. (AUL)
Berita Selengkapnya Klik di Sini