Foto : Ro ditangkap setelah pergi ke Korut (AFP)
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) mengkritisi kebijakan Korea Selatan (Korsel) yang membekuk para aktivis sayap kiri di negaranya. Korut menilai, Korsel membungkam kebebasan warganya sendiri.
Pada Kamis kemarin, aparat keamanan Korsel menahan Ro Su Hui, yang terlihat berjalan di sekitar perbatasan Korut. Seoul pun menghukum Ro karena pria itu menyanjung Pemimpin Korut Kim Jong Un.
"Tindakan tak bermoral yang dilakukan oleh sekelompok pengkhianat Korsel menuai kecaman dari seluruh warga Korut," demikian pernyataan dari media Pemerintah Korut, seperti dikutip dari AFP, Jumat (6/7/2012).
Korut juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menyebut Korsel seperti setan dan tidak akan pernah memaafkannya. Negeri komunis itu juga mendesak Korsel menghentikan seluruh penyiksaan terhadap Ro Su Hui, yang disebut sebagai juara reunifikasi Korea.
Pria berusia 68 tahun itu pernah berkunjung ke Kota Pyongyang, Korut, pada 24 Maret lalu. Kunjungan Ro juga tidak diketahui oleh Pemerintah Korsel. Saat ini, Ro terancam vonis penjara 10 tahun. Ro juga akan diawasi secara ketat ketika ditahan.
Ro adalah anggota dari kelompok pro-Pyongyang di Korsel. Kelompok itu mendesak terbentuknya markas Utara dan Selatan dari Aliansi Pan-Nasional untuk Reunifikasi Korea. Pria itu juga sering memuji Kim Jong Un dan pernah bertemu dengan Presiden Presidium Majelis Tinggi Rakyat Korut Kim Yong Nam. (AUL)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Kamis, 20 Juni 2013 01:02 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 23:01 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 20:04 WIB