Foto : Pasukan Georgia (wikimedia)
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan Georgia yang tengah meningkatkan kekuatan militernya. Rusia pun mengklaim, Georgia memiliki agenda khusus dalam perang Afghanistan.
"Ternyata, Georgia meningkatkan kehadirannya di Afghanistan tidak untuk memerangi teroris dan menciptakan keamanan, sebagaimana yang dilakukan oleh para pasukan koalisi. Menurut perkataan Presiden Georgia Mikhail Saakashvili, semakin lama perang berlangsung di Afghanistan, Georgia bisa menguji kehebatan pasukannya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich, seperti dikutip Russia Today, Jumat (6/7/2012).
Komentar Lukashevic muncul tepat setelah Saakashvilli berpidato di depan lulusan akademi militer di negaranya. Saakashvili mengatakan bahwa negaranya membutuhkan angkatan bersenjata yang kuat, "yang tidak akan dapat dibentuk tanpa adanya peperangan." Bersamaan dengan itu, Georgia pun meneruskan kebijakannya untuk mengirim pasukan ke Afghanistan.
Para diplomat asal Rusia menilai, Saakashvili mengutarakan pendapatnya tanpa ada pertimbangan moral. Saakashvili pun turut menyinggung isu pemisahan diri Abhkazia dan Ossetia Selatan dari Georgia, yang saat ini menjadi masalah pokok negara pecahan Uni Soviet itu.
Mengenai kasus Afghanistan, Rusia cenderung memilih bila pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) menetap. Rusia menganggap Afghanistan belum sanggup menjaga keamanan nasionalnya tanpa ada bantuan dari pasukan koalisi.
Meski demikian Sekretaris Jendral NATO Anders Fogh Rasmussen, kemampuan pasukan Afghanistan mulai meningkat belakangan ini. Pada 2014 mendatang, mereka diprediksi sanggup menghadapi perang gerilya yang dilancarkan Taliban. (AUL)
getting time ...
Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang nyamuk malaria dan lelang karya seni yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Victims of the cholera epidemic in Haiti have given the United Nations a 60 day deadline to start talks about compensation or face legal action.
Scientists believe they have found an area within the brain that controls the ageing process.
Sabtu, 18 Mei 2013 17:01 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 13:08 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 11:26 WIB