ASIA TENGGARA

Indonesia Desak Filipina Ciptakan Posisi Bersama

Senin, 16 Juli 2012 18:15 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Ilustrasi Ilustrasi

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty M Natalegawa menegaskan, Indonesia dalam kapasitasnya akan berusaha mendesak Filipina untuk menciptakan posisi bersama terkait isu Laut China Selatan. Menlu Marty pun menegaskan pentingnya posisi bersama ASEAN dalam menyikapi isu tersebut.

"Kami akan bertolak menuju Filipina serta beberapa negara ASEAN lainnya untuk melakukan semacam upaya yang lebih intensif lagi agar menciptakan posisi bersama ASEAN terkait isu laut China Selatan," ujar Menlu Marty di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Jakarta, (16/7/2012).

"Kegagalan atau tidak adanya posisi bersama ASEAN di pertemuan ASEAN Ministrial Meeting di Phnom Penh, Kamboja kemarin berpotensi menganggu. Karena itu keadaan ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Saya telah berbicara dengan Menlu Filipina dan menyampaikan niat kami untuk berkunjung ke Manila. Jadi besok kami akan berkunjung ke Filipina selanjutnya ke Hanoi kemudian ke Phnom Penh lalu lanjut ke Malaysia dan Singapura," tambah Marty.

Selain itu dalam kesempatan yang sama Menlu juga menegaskan, meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua ASEAN namun, Indonesia mengambil inisiatif untuk berperan dalam menciptakan posisi bersama ini.

"Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar ASEAN memiliki posisi bersama dalam hal ini kendati Indonesia tidak lagi menjabat sebagai ketua ASEAN namun, kita mengambil inisiatif untuk melakukan hal ini," tegas Marty.

Menlu Marty juga menuturkan, perbedaan sikap terkait isu Laut China Selatan selama ini terjadi ketika menjelaskan berbagai insiden yang terjadi di kawasan tersebut.

"Ini bukan masalah masa ke depannya melainkan lebih bagaimana kita dapat menjelaskan insiden-insiden yang terjadi di Laut China Selatan. Seberapa jauh kita dapat menjelaskannya, ada beberapa negara yang secara rinci mengatakan lokasi insiden itu secara jelas sementara negara lain ingin mengatakannya lebih umum. Tapi sebenarnya yang perlu dilakukan berikutnya adalah menyusun code of conduct antara ASEAN dan China. Inilah yang tengah kita tegaskan," ujar Marty.

Sengketa Laut China Selatan sendiri tidak hanya melibatkan China dan Filipina. Sejumlah negara seperti Taiwan, Brunei Darussalam, Vietnam dan Malaysia juga ikut mengklaim kedaulatan mereka atas Laut China Selatan. Namun, China dan Filipina selama ini dilaporkan paling sering mengalami konflik langsung atas sengketa wilayah tersebut. (rhs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

BACA JUGA ยป