ASIA

Militan Afghanistan Mirip Mafia

Kamis, 02 Agustus 2012 08:36 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Ilustrasi teror (Foto: AFP) Ilustrasi teror (Foto: AFP)

ISLAMABAD - Kelompok militan Jaringan Haqqani selama ini dianggap sebagai kelompok militan mematikan di Afghanistan. Amerika Serikat (AS) menilai kelompok itu memiliki jaringan pembiayaan yang mirip seperti mafia.

Menurut lembaga think tank Combating Terrorism Center di New York, sistem keuangan Haqqani termasuk mengandalkan pemerasan, penculikan, penyelundupan dan terkait pada bisnis ilegal. Semua operasi itu dimaksudkan untuk mengumpulkan dana operasional mereka. Operasi ini amat menguntungkan sehingga membuat jaringan itu makin semangat untuk melawan pasukan asing keluar dari Afghanistan.

Kondisi ini dikabarkan menjadi kesulitan bagi AS, dalam upaya untuk melakukan negosiasi menghentikan perang mengingat mesin uang mereka berasal dari perang di wilayah yang tidak tersentuh pasukan keamanan.

"Kehidupan dalam perang makin menguntungkan meskipun penuh resiko. Sementara terhentinya perang, hampir pasti menyebabkan penurunan dalam kekuasaan dan kekayaan," jelas lembaga Combating Terrorism Center, seperti dikutip Associated Press, Kamis (2/8/2012).

AS selama ini mengidentifikasi kelompok Haqqani bersekutu dengan kelompok Al Qaedda dan Taliban. Ketiga kelompok ini adalah musuh utama AS dalam perang di Afghanistan, karena kerap melakukan serangan terhadap pasukan koalisi serta tokoh-tokoh di Afghanistan.

Kemampuan pihak Haqqani mendapatkan uang dari penyelundupan narkoba dan barang-barang lainnya, dikabarkan terus meningkat sejak Taliban mengendalikan Afghanistan pada 1996. Tetapi saat kejatuhan Taliban pada 2001 dan pemimpin Haqqani pindah ke Pakistan, kelompok tersebut terus mencoba memperolah uang lewat donor dari dunia Arab.

Tokoh senior Haqqani diketahui kerap melakukan perjalanan ke wilayah teluk dan memperkuat keterlibatan mereka dalam aktivitas di perbatasan. Mereka melakukan tindakan pemerasa dan penculikan terhadap pengusaha Afghanistan dan keluarganya. Uang yang diperoleh dari pemerasan, digunakan untuk kepentingan operasional Haqqani.

Salah satu incaran menguntungkan bagi Haqqani adalah pihak North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan para pekerja asing yang terlibat dalam proyek pembangunan di Afghanistan dan Pakistan. Hingga kini tidak diketahui jumlah pasti yang didapatkan Haqqani dalam metode mereka, tetapi yang jelas pemerasan merupakan pemasukan terbesar bagi Haqqani. (faj)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป