Foto : Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast (iranhumanrights)
TEHERAN - Iran menyalahkan sejumlah negara terkait pengunduran diri Kofi Annan sebagai mediator konflik Suriah. Iran menilai, sejumlah negara tidak menyukai usulan Annan untuk perdamaian Suriah.
"Tampaknya, ada beberapa negara yang melakukan intervensi karena mereka tidak suka dengan upaya Annan yang hendak menghentikan tindakan para teroris dan distribusi persenjataan di Suriah," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast, seperti dikutip IRNA Jumat (3/8/2012).
"Setiap ada kemajuan dari usulan Annan, kami pun menyaksikan serangan teror di Suriah," imbuhnya.
Para pejabat Iran mengulangi kembali dukungannya terhadap upaya Annan dalam menangani krisis Suriah. Sebelumnya, Annan sempat mengundang Iran untuk ikut bergabung dengan kelompok kontak Suriah dan beruapaya mencari solusi untuk peristiwa itu. Namun keterlibatan Iran justru ditolak oleh Barat.
Iran turut menuding negara-negara Barat merencanakan upaya penggulingan Presiden Suriah Bashar al Assad dan memperkuat status Israel di Timur Tengah melalui satu cara yakni mendukung kelompok militan. Pada Juli lalu, Iran menyatakan bahwa negaranya siap menjadi tuan rumah dialog antara Suriah dan fraksi oposisi, namun oposisi Suriah menolak dialog itu.
"Seluruh negara yang sepakat untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di Timur Tengah patut melakukan tindakan untuk menenangkan Suriah dan memecahkan isu Suriah yang dialami oleh pemerintah dan oposisi," tambahnya. (AUL)
getting time ...
Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang nyamuk malaria dan lelang karya seni yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Victims of the cholera epidemic in Haiti have given the United Nations a 60 day deadline to start talks about compensation or face legal action.
Scientists believe they have found an area within the brain that controls the ageing process.
Sabtu, 18 Mei 2013 17:01 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 14:18 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 11:26 WIB