Foto: Orange
BANGKOK - Militer Thailand beserta jajaran biro anti narkotik, otoristas bandara dan pasukan keamanan lainnya, membeli 1.576 detektor bom palsu yang harganya mencapai USD30 juta atau sekira Rp283,8 miliar (Rp9.460 per USD). Detektor ini kabarnya digunakan untuk menghadapi teroris di Thailand.
Pembelian detektor ini dianggap sia-sia. Sebelumnya pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Thailand, sempat memperingatkan detektor itu tampak seperti mainan. Sementara Departemen Investigasi Khusus (DSI) Filipina, mengumumkan pada 18 Juli lalu, bahwa distributor alat detektor itu telah menjual alat yang sia-sia itu kepada jajaran pihak keamanan Thailand.
DSI kemudian mengajukan kasus ini kepada Komisi Nasional Anti-Korupsi Filipina. Komisi itu kemudian mempersiapkan 13 panel hakim untuk menyelidiki pembelian alat tersebut. Alat yang diberi nama GT200 dan Alpha 6 ini, tetap dibeli meskipun ada peringatan ini tidak bisa berfungsi.
"Jangan katakan GT200 yang digunakan sebagai detektor bom, tidak berfungsi dengan baik. Alat ini kerap mendeteksi bahan peledak. Bila bisa mendeteksi, tentunya ini amat berharga," ujar Menteri Pertahanan Thailand Sukunmpol Suwanatat, seperti dikutip Scoop, Sabtu (4/8/2012).
Dukungan terhadap alat ini juga disampaikan oleh Panglima milier Thanasak Patimapakorn. Dirinya mengaku melihat langsung kehebatan dari alat pendeteksi ini.
Tetapi hingga kini masih banyak pihak yang tidak yakin akan kemampuan alat tersebut. Salah satunya diutarakan oleh ahli bahan peledak Inggris Sidney Alford. Pria yang dikenal sebagai profesional ini mengatakan, alat tersebut tidak lebih dari sebuah kotak plastik yang tidak berguna sama sekali.
Menurutnya, kartu pendeteksi yang seharusnya membuat alat ini lebih peka menerawang bahan peledak, ternyata tidak lebih dari kartu biasa yang tidak memiliki fungsi apapun. Kini, media di Thailand menyebut pembelian alat tersebut tidak lebih sebagai tindakan korupsi dan diminta pengusutannya segera. (faj)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Rabu, 19 Juni 2013 14:30 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 14:27 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 13:02 WIB