TIMUR TENGAH

Hamas: Kelompok Salafi di Jalur Gaza Harus Dipantau

Selasa, 07 Agustus 2012 17:40 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Perbatasan Mesir-Israel (Foto: AFP) Perbatasan Mesir-Israel (Foto: AFP)

RAMALLAH - Pejabat senior Hamas Ahmad Yousef mendesak Pemerintah Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza untuk memantau seluruh kegiatan kelompok Salafi di wilayah itu. Ini dinilai perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya kembali insiden penyerangan di perbatasan Mesir-Israel.

Pernyataan Yousef ini berkaitan erat dengan serangan sekelompok pria bersenjata yang menewaskan 16 orang pasukan keamanan Mesir. Yousef sendiri menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menyabotase hubungan Hamas dan pemerintahan Mesir yang baru terpilih.

Selain itu, Yousef menyebut serangan itu bertujuan untuk memperburuk situasi keamanan di wilayah pesisir.

"Serangan itu bertujuan untuk mendorong Mesir mempertimbangkan kembali kebijakan yang meringankan rakyat Palestina di Jalur Gaza," ungkap Yousef seperti dilansir Maan, Selasa (7/8/2012).

Belum lama ini, Pemerintah Mesir dilaporkan mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan warga Palestina untuk memasuki negara itu dengan bebas tanpa izin atau pun penggunaan visa.

"Kelompok-kelompok ini delusi yang menargetkan saudara-saudara kami dengan darah dan kepercayaan. Kelompok tersebut menyalahgunakan kebebasan beragama di Gaza dan merekrut pemuda pengangguran untuk melakukan serangan kriminal tersebut. Karena itu kita harus memantau kelompok-kelompok itu untuk melindungi mereka dari infiltrasi," tegas Yousef.

Yousef menambahkan, situasi keamanan di Semenanjung Sinai jauh lebih baik ketika masa pemerintahan Husni Mubarak. "Keamanan di Sinai runtuh seiring dengan jatuhnya Mubarak. Saat ini terdapat kekurangan pasukan keamanan baik pasukan Mesir maupun petugas keamanan lainnya yang berjaga-jaga di sepanjang perbatasan," beber Yousef.

Selama ini Yousef menuding Israel mengatur langkah-langkah infiltrasi ke warga Badui yang berada di Semenanjung Sinai dan merekrut mereka untuk melancarkan serangan.

"Hamas tidak ada kaitannya dengan serangan tersebut. Kami selalu bekerja sama dengan Mesir," tegasnya.
Serangan di Sinai menurut Yousef tidak akan menganggu hubungan Hamas-Mesir kendati demikian Hamas tetap mendesak Mesir untuk mempertimbangkan kembali kelanjutan perjanjian Camp David dengan Israel.

Terkait dengan penutupan perbatasan di Rafah, Yousef mengatakan masalah utama bukan terletak pada perbatasan namun infiltrasi kelompok Salafi ke Gaza melalui sejumlah terowongan. Yousef sendiri menolak opsi penutupan atas sejumlah terowongan ini.

"Banyak terowongan yang tidak difungsikan namun kita tidak dapat menutup mereka selama Israel masih memberlakukan blokade," ujar Yousef. (rhs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป