Menlu Marty Natalegawa (Foto:Fajar Nugraha/Okezone)
JAKARTA - Setelah sempat melakukan pertemuan dengan Menlu Myanmar, Menlu RI Marty Natalegawa memperingatkan pentingnya transparansi dalam penyelesaian masalah Rohingnya. Peringatan itu disampaikan langsung oleh Menlu Natalegawa kepada Menlu Myanmar.
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengirimkan surat kepada Presiden Myanmar Thien Sien terkait dengan persoalan Rohingya. Menurut Marty, Myanmar telah menerima surat tersebut dan menyampaikan apresiasinya.
"Saat ini Myanmar tengah dalam proses untuk membalas surat tersebut," ujar Marty di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta (8/8/2012).
Sementara mengenai pertemuannya dengan Menlu Myanmar, Marty mengatakan, "Dalam pertemuan tersebut, Indonesia kembali menekankan perlunya segera ditangani tantangan atas masalah Rohingya ini berikut dengan adanya transparansi."
"Selain itu kami juga mendesak agar dimungkinkannya delegasi-delegasi dari negara lain untuk berkunjung langsung ke Myanmar termasuk dari OKI. Myanmar sendiri saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengundang Sekjen OKI, namun hal ini masih harus menunggu konfirmasi dari Myanmar," ujar Menlu RI.
Dalam kesempatan yang sama Menlu RI menegaskan dirinya juga sempat menerima telepon dari Menlu Turki yang rencananya hari ini akan berkunjung langsung ke Myanmar.
"Saya juga menerima telepon dari Menlu Turki yang hari ini berkunjung langsung ke Myanmar. Sebelum ke Myanmar, Menlu Turki ingin berkonsultasi dengan Indonesia bagaimana sikap dan posisi Indonesia atas masalah Rohingya misalnya. Kami sampaikan bahwa penanganan masalah Rohingya tidak dapat dipisahkan dari proses reformasi di Myanmar pada umumnya," ungkap Menlu Marty.
Dengan adanya pernyataan sikap Indonesia tersebut Menlu berharap, Turki serta negara-negara lainnya dapat menyikapi persoalan Myanmar secara utuh. (faj)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Rabu, 19 Juni 2013 20:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 19:01 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 17:02 WIB