DUNIA

AS: Bangladesh Tak Boleh Larang Masuk Bantuan

Rabu, 08 Agustus 2012 11:02 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Warga Rohingya (smh) Foto : Warga Rohingya (smh)

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mendesak Bangladesh agar mengizinkan masuk LSM yang mendistribusikan bantuan ke warga etnis Rohingya yang kabur dari negaranya, menuju Bangladesh. AS juga mengutarakan rasa prihatin atas insiden kekerasan itu.

"AS sangat khawatir dengan Pemerintah Bangladesh yang menutup akses masuk relawan dan LSM yang memberikan bantuan ke warga Rohingya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Patrick Ventrell, seperti dikutip Reuters, Rabu (8/8/2012).

Pada pekan lalu, Bangladesh memerintahkan tiga LSM agar menghentikan pendistribusian bantuan pangan dan bantuan lainnya ke warga Rohingya. Hal itu dilakukan Bangladesh karena mereka tidak ingin warga Rohingya lainnya memasuki Bangladesh.

Ventrell menambahkan, Negeri Paman Sam tetap akan memantau eskalasi ketegangan yang terjadi di Negara Bagian Arakan, Myanmar. AS pun mendesak Pemerintah Myanmar agar menggunakan solusi damai dalam memecahkan masalah itu.

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) juga mendesak Bangladesh untuk memberikan akses masuk kepada bantuan-bantuan kemanusiaan itu. PBB dan beberapa lembaga kemanusiaan lainnya pun berencana untuk memberikan bantuan kepada sekira 80 ribu warga etnis Rohingnya yang mengungsi sejak kerusuhan terjadi Juni lalu.

Perlakuan diskriminatif yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya terbukti mengundang kecaman dari sejumlah negara. Tepat pada hari ini, Pemerintah Arab Saudi menuduh Myanmar melakukan pembersihan etnis di negaranya.

Bersamaan dengan itu, Presiden Asif Ali Zardari melayangkan suratnya untuk Presiden Myanmar Thein Sein. Zardari meminta Thein Sein agar merehabilitasi status warga Rohingya yang selama ini masih belum diakui sebagai warga negara Myanmar. (AUL)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป