Roket milik Rusia (Foto: RIA Novosti)
MOSKOW - Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengaku pihaknya menanggung malu dengan kegagalan roket Proton-M untuk mengorbit di luar angkasa. Roket itu diketahui membawa satelit Telkom-3 milik Indonesia dan Express MD2 milik Rusia.
Medvedev terlihat berang dengan kegagalan peluncurkan yang dilakukan Minggu, (5/8/2012) malam waktu setempat atau Senin (6/8/2012) waktu Indonesia itu. Mantan Presiden Rusia itu pun langsung memerintahan penyelidikan menyeluruh mengenai masalah ini dan segera mengumumkan siapa yang bersalah dari kejadian tersebut. Bagi Medvedev, kegagalan ini adalah bentuk kecerobohan yang berlangsung bertahun-tahun.
"Kami tidak bisa mentolerir (kecerobohan) itu lagi. Rusia makin kehilangan gengsi dan miliaran rubel (akibat kegagalan ini)," ujar Medvedev, seperti dikutip RIA Novosti, Jumat (10/8/2012).
"Saya akan melakukan pertemuan mengenai masalah ini pekan depan. Semuanya akan dipersiapkan oleh deputi perdana menteri dan jajarannya. Mereka akan ditugaskan untuk melaporkan siapa yang akan dihukum dan apa yang akan dilakukan ke depannya," tegas Medvedev.
Politisi yang juga dikenal sebagai pengusaha itu menambahkan, dirinya belum mendapatkan laporan apa penyebab dari kegagalan roket itu. "Saya belum tahu apa penyebabnya (kegagalan roket meluncur). Entah itu karena kerusakan teknis, kecerobohan atau lainnya, yang jelas hal ini tidak bisa diterima," tuturnya.
Negeri Beruang Merah beberapa kali menderita kegagalan dalam kampanye industri luar angkasa mereka. Pukulan telak terjadi pada Januari lalu saat misi ke Mars Phobos-Grunt gagal total.
Menurut sumber dari Pemerintahan Rusia, roket yang diluncurkan di dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, kegagalan tahap Briz-M disebabkan adanya benda asing masuk ke dalam pipa bahan bakar. Sekadar informasi, Roket tersebut membawa dua satelit telekomunikasi yaitu Telkom-3 dan Ekspress-MD2.
Satelit Telkom-3 memiliki kapasitas 42 transponder aktif, yang terdiri dari 24 transponder pada 36MHz Standar C-band, 8 transponder pada 54 C-band MHz dan 4 transponder pada 36 MHz, bersama dengan 6 transponder Ku Band pada 54 MHz. (faj)
getting time ...
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Unlocking the secret to a longer life. Scientists think they may have found the answer.
Selasa, 18 Juni 2013 12:09 WIB
Selasa, 18 Juni 2013 12:03 WIB
Selasa, 18 Juni 2013 10:48 WIB