ASIA TENGGARA

Tak Ada Air di Jamban Warga Rohingya

Kamis, 06 September 2012 16:22 wib
Aulia Akbar - Okezone
Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Andhika Swasono (Foto: Aulia Akbar/okezone) Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Andhika Swasono (Foto: Aulia Akbar/okezone)

JAKARTA - Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Andhika Swasono bercerita tentang pengalamannya mengirimkan bantuan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh. Kondisi warga Rohingya di negara tersebut sangat memilukan.

Andhika berada di Bangladesh selama kurang lebih 40 hari. Ayah dari satu orang anak itu berlebaran di Bangladesh dan mendistribusikan bantuan di beberapa wilayah yang dihuni warga Rohingya.

Menurut Andhika, warga Rohingya di wilayah Saplapur, Bangladesh, menjalani hidup yang sengsara. Mereka hidup di rumah yang tidak sama sekali layak dihuni.

"Rumah pengungsi Rohingya di saplapur memperihatinkan. Lantai mereka terbuat dari pasir pantai yg dikeraskan. Mereka tidur di karung goni. Dindingnya kayu tebangan pohon yg dijadikan rangka, dapur pake tungku dan kayu," ujar Andhika di kantor ACT, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

"Tempat MCK, kakusnya kering, tidak ada air yang mengalir, di bawahnya  adalah tanah. Kotor sekali," tambahnya.

Tim ACT pun berniat membangun WC umum bagi warga Rohingya yang tinggal di kamp pengungsi Saplapur. Sejauh ini, warga Rohingya di Saplapur masih jauh lebih menderita ketimbang yang tinggal di Teknaf (perbatasan Myanmar).

Bocah-bocah Rohingya juga sering terlihat sedang bermain dalam keadaan bugil. Mereka sama sekali tidak memiliki pakaian. Mereka pun mengalami kekurangan gizi dan hal itu terlihat dari perut-perut mereka yang buncit. (rhs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

BACA JUGA ยป