DUNIA

Gedung Putih Bantah Obama Tolak Temui PM Israel

Rabu, 12 September 2012 09:34 wib
Khairisa Ferida - Okezone
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Barack Obama (Foto: Politico) PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Barack Obama (Foto: Politico)

WASHINGTON - Di tengah meningkatnya ketegangan atas program nuklir Iran, muncul kabar yang menyebutkan bahwa Presiden Barack Obama menolak bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun Gedung Putih menyanggah hal ini.

Menurut BBC, Rabu (12/9/2012) kabar ini berhembus kencang setelah adanya laporan yang menyebutkan bahwa pihak Netanyahu telah mengajukan jadwal agar kedua pemimpin ini bertemu di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS). Namun pihak Obama mengatakan, jadwal Presiden AS itu terlalu padat.

Para pejabat AS mengatakan, Presiden Obama dan PM Netanyahu memiliki hubungan baik dan keduanya terlibat dalam komunikasi yang intensif. Sebagai gantinya, para penjabat tersebut menegaskan PM Netanyahu akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Obama dijadwalkan akan berpidato di hadapan Majelis Umum PBB pada 25 September mendatang sementara Netanyahu diketahui akan memberikan pidatonya pada 28 September.

"Ini sederhana saja karena keduanya tidak berada di kota yang sama. Kabar yang menyebutkan bahwa AS menolak permintaan PM Netanyahu untuk bertemu di Washington itu tidak benar," ujar Juru bicara Gedung Putih Tommy Vietor.

Menurut Vietor selama pertemuan Majelis Umum PBB berlangsung Presiden Obama tidak dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan pihak manapun.

Gedung Putih juga mengungkapkan bahwa Obama dan Netanyahu belum lama ini telah berbicara melalui sambungan telepon selama satu jam penuh.

"Keduanya membahas ancaman yang timbul akibat program nuklir Iran, kerjasama AS-Israel terkait isu tersebut dan sejumlah isu keamanan lainnya," ujar Vietor.

"Presiden Obama dan PM Netanyahu kembali menegaskan bahwa keduanya memiliki kebijakan yang sama demi mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Keduanya juga setuju melanjutkan diskusi terkait masalah ini," tutur Vietor. (rhs)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป