50 Warga Ditahan Terkait Serangan di Konsulat AS

Senin, 17 September 2012 12:33 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Foto: Orange Foto: Orange TRIPOLI - Presiden Libya Mohammed Magarief mengatakan, sekira 50 orang dilaporkan tertangkap terkait dengan serangan berdarah yang terjadi di Konsulat Amerika Serikat (AS) di Benghazi pekan lalu. Sebelumnya Magarief menuduh pihak Al Qaeda berada di balik serangan ini.
 
Serangan di Bengazhi terjadi di tengah-tengah protes menentang film anti-Islam “Innocent of Muslims” yang di buat di AS. Film ini mengundang kemarahan warga AS karena dianggap telah menghina Nabi Muhammad. Serangan itu menyebabkan tewasnya Dubes AS untuk Libya Christopher Stevens dan tiga orang stafnya.
 
"Kami berhasil menangkap 50 orang yang terkait dengan serangan di Konsulat AS di Bengazhi. Sebagian besar yang ditangkap bukan warga Libya dan mereka memiliki keterkaitan dengan Al Qaeda," ujar Presiden Magarief, seperti dikutip Reuters, Senin (17/9/2012).
 
Untuk sementara ini, kondisi keamanan untuk warga AS di Libya masih dianggap membahayakan. AS menginginkan penyelidik federal (FBI) untuk menyelidiki serangan di konsulat, namun Magarief menyatakan, masih terlalu dini untuk mengirim tim penyelidik.
 
"Ada baiknya bagi mereka untuk menjauh untuk sementara, hingga kami bisa mengatasi (keamanan) dengan upaya kami sendiri," jelasnya.
 
Magarief mengaku sangsi dengan serangan roket yang diarahkan ke Konsulat AS di Bengazhi tersebut, merupakan bagian dari aksi protes. Dirinya menilai hal itu sudah direncanakan sejak lama, terlebih lagi bertepatan dengan peringatan 11 tahun serangan 11 September 2001.
(faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »