Konflik Agama Kembali Terjadi di Mesir

Sabtu, 19 Januari 2013 15:06 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Bentrokan di Mesir (IST) Foto : Bentrokan di Mesir (IST) LUXOR - Polisi Mesir terpaksa membubarkan ratusan warga Muslim dan Kristen Koptik yang mengalami perseteruan di wilayah selatan. Bentrokan itu dikabarkan berlangsung dengan rusuh, banyak mobil di wilayah tersebut yang dibakar.  
Menurut saksi di Desa Marashda, beberapa toko dan mobil dibakari warga. Bentrokan itu terjadi ketika seorang pedagang berusia 60 tahun melakukan kekerasan seksual terhadap gadis berusia enam tahun.
 
Kekerasan itu kembali terjadi pada Jumat kemarin, usai warga menunaikan ibadah Jumat. Warga mengepung tempat ibadah yang terletak di Abu Fam, mereka pun melemparinya dengan batu. Sementara itu, polisi langsung datang dan menembakkan gas air mata para warga.
 
Sejauh ini, kepolisian masih menyelidiki kasus kriminal yang dituduhkan ke pedagang itu. Warga Kristen pun menudung warga Muslim menghasut warga untuk melakukan penyerangan terhadap tempat-tempat ibadah.
 
"Mereka meneror kami, mereka mencoba mencari alasan untuk menyerang kami," ujar seorang warga yang tidak mau disebut identitasnya, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (19/1/2013).
 
Bentrokan antar-agama di Mesir mulai sering terjadi usai Husni Mubarak digulingkan dari kekuasaannya. Situasi keamanan di Mesir pun mulai menurun dan konflik itu kian memanas.
 
Seperti diketahui, 10 persen dari total warga Mesir adalah umat Kristen Koptik. Mereka dinobatkan sebagai komunitas warga Kristen yang terbesar di Timur Tengah.
 
Kekerasan antar-agama itu sering terjadi dalam kasus pembangunan tempat ibadah, sengketa lahan, dan masalah-masalah sosial lainnya. Warga Kristen pun kurang menyambut pemerintahan Mesir yang dipimpin oleh kubu Ikhwanul Muslimin.
(AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »