Bentrokan Mesir Dipenuhi Pelecehan Seksual

Selasa, 29 Januari 2013 16:02 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Protes perempuan Mesir (Foto: Reuters) Protes perempuan Mesir (Foto: Reuters) KAIRO - Bentrokan terbaru yang di alun-alun Tahrir di Kairo, Mesir pekan lalu dilaporkan dipenuhi pula dengan aksi pelecehan seksual terhadap perempuan yang berada di dalam aksi protes menentang Pemerintahan Presiden Mohammad Morsi. Sekira 25 perempuan dilaporkan menjadi korban.

Sebelumnya dilaporkan, 55 orang tewas dalam bentrokan selama lima hari yang terjadi antara pengunjuk rasa dengan pihak Kepolisian. Para pengujuk rasa menuduh Presiden Morsi telah membajak semangat revolusi Mesir yang terjadi dua tahun dan melengserkan kekuasaan mantan Presiden Hosni Mubarak.

Sementara pelecehan seksual ini terjadi di Tahrir Square, yang menjadi pusat protes. "Jumat 25 Januari lalu, menjadi salah satu contoh kejahatan seksual terburuk. Seluruh kasus yang terjadi benar-benar parah," ujar aktivis hak perempuan OpAnthiSH Leil-Zahra Mortada, seperti dikutip Guardian, Selasa (29/1/2013).

Pada Minggu 27 Januari, Presiden Morsi sudah menetapkan status keadaan darurat menyusul bentrokan yang terjadi. Status darurat itu diterapkan di Port Said, Ismailia dan Zuez. Ketiga kota ini dipenuhi dengan pertarungan parah antara pengunjuk rasa dengan pihak kepolisian.

Namun meskipun status darurat sudah diterapkan, bentrokan dilaporkan masih terus terjadi. Bentrokan terbaru terjadi pada Selasa pagi waktu setempat. Tentara Mesir memukul mundur upaya sejumlah orang bersenjata yang menyerbu sebuah penjara di Port Said.

Selain menyatakan keadaan darurat terbatas untuk sejumlah tempat di Mesir, Morsi juga mengumumkan jam malam selama 30 hari ke depan di Provinsi Port Said, Ismailia dan Suez. (faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »